Kopi Pagi

Belum Usai Perbincangan

Oleh: Shobirienur Rasyid* ketika heboh soal sejarah, maka berkatalah peng...

Usai Perbincangan: Tentang Kulit

Shobirienur Rasyid sebutir jeruk dan hanya sebutir jeruk kau bincang-bincan...

Sabar Itu Indah

Edi Sutarto* Demi Zat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya Bila mukmin seper...

Galau karena Pilihan

Eko J Saputra SAAT perjalanan ke kantor, saya diskusi dengan seorang rekan....

Presiden Jokowi dan Perempuan

Sunardian Wirodono Yang sering tak kita duga dari Jokowi, ialah seolah pres...

Surga Anak dan Orang Tua

Eko J Saputra Surga anak di bawah telapak kaki ibu. Ya, kita tidak bisa m...

Esek-Esek Online

Nusa Putra Kematian mengerikan seorang wanita muda di tempat kos tiba-tib...

Seseorang Seharga Rp100 Juta

Oyos Saroso H.N. Lonte, pecun, pereks, tlembuk,penjaja cinta, pekerja seks ...

Surat untuk Pecun

Cun,  demam batu akik sedang melanda kampung kami ketika kutulis surat ini. K...

Kopi Pagi: Cerita tentang Anak Dalam

Asarpin* Suatu hari, di sebuah dusun bernama Ajan, hidup seorang bo...

Kopi Pagi: Tentang Kota dan Alam

Asarpin* Francis Bacon konon pernah mengatakan: “hanya dengan terlebih ...

Nasib Manusia

Nusa Putra* Subuh gelap pekat, mendung menggantung di langit. Jalanan basah k...

Anak yang Pandai Memantas-mantas Diri

Oleh: Ukim Komarudin* Seorang teman jamaah masjid mengajak bicara secara khu...

Gunung Malang

Asarpin* Di sebuah kawasan bukit barisan Selatan di perbatasan Tanggamus dan...

Ken Arok dan Joko Widodo

Asarpin* Kita mungkin perlu menyimak kisah Ken Arok lagi.  Ada telad...

Isis

Asarpin* Ini bukan kisah tentang radikalisme agama yang sedang marak diperbin...