SMPN 2 Bandarlampung Bantah Tarik Uang dari Para Wali Murid
Teraslampung.com, Bandarlampung -- Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMPN 2 Kota Bandarlampung Yanuar membantah adanya pungutan di sekolahnya sejak adanya Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) dari Pemkot Bandarlampung.
Baca Juga: Sudah Terima BOSDa, SMPN 2 Bandarlampung Diduga Masih Tarik Uang dari Orang Tua Murid
Yanuar mengatakan, sejak adanya BOSDa semua iuran/pungutan ditiadakan, baik untuk kelas bilingual maupun kelas akademis.
“Sejak tahun ajaran baru yaitu bulan Juli kami sudah tidak meminta sumbangan lagi, sejak diturunkannya BOSDa dari Pemkot Bandarlampung,” jelasnya, Kamis, 13 Agustus 2026.
“Sampai sekarang ini belum ada sumbangan-sumbangan, karena kami sedang evaluasi. Kalau memang tidak dibutuhkan lagi untuk apa ada sumbangan-sumbangan,” tambahnya.
Yanuar menjelaskan, terkait kelas bilingual dan akademis atau kelas unggulan yang selama dikenai biaya akan dilakukan evaluasi. Kerjasama dengan pihak ketiga untuk kelas-kelas tersebut sementara dihentikan.
“Untuk kelas bilingual dan akademis atau kelas unggulan, akan kami tinjau ulang mau kita evaluasi dulu. Langkah selanjutnya seperti apa belum kita tentukan,” ungkapnya.
“Saya inginnya apa yang dilakukan adil, kalau kelas-kelas tersebut masih bisa dilanjutkan atas permintaan orang tua. Ya nanti kita komunikasikan dengan orang tua murid, gimana solusinya. Sementara ini semuanya kita stop dulu, bukan berarti proses pembelajarannya berhenti tapi kerjasama dengan pihak ketiga dan lain-lain kita evaluasi dulu,” tegasnya.
Untuk diketahui, Pemkot Bandarlampung menyalurkan BOSDa ke seluruh siswa SMPN besarannya Rp285 ribu/siswa/tahun.
Dandy Ibrahim
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0






Comments (0)