Kopi Pagi

Kopi Pagi: Syahrul Yasin Limpo

Tomi Lebang Entah bagaimana suasana hati Syahrul Yasin Limpo kini saat ka...

Kopi Pagi Gus Mus: Gelombang Gelap*

Gelombang gelap menyapu negeriku Memedihkan mata dan hatiku Siapa kalian men...

Kopi Pagi: Lisbeth

Tomi Lebang Gadis kecil meringkuk kaku dalam kardus, tak bernyawa, dari mul...

Kopi Pagi: Negeri Salah Urus

Dahta Gautama* Sampah. Kata ini secara harfiah artinya barang yang tak bergu...

Kopi Pagi: Pilihan

Aloys Wisnu Hardana Sudah dua kali akun Facebook saya melebihi batas 5000 t...

Kabar Es Krim

Nusa Putra* Polri masih disibukkan dengan sejumlah masalah. Masalah pergant...

Pengalaman Baru: Menjadi tak Biasa

Oleh: Nusa Putra* Hidup memang mengasyikkan. Sangat pantas disyukuri. Terja...

Kopi Pagi: Perangkap Jabatan

Nusa Putra Orde Baru adalah rezim otoriter. Meskipun selalu mematut-matutka...

Kebahagiaan Metadunia

Syamsul Arifien Ada kenyataan energi justru berlimpah dan daya survive hidup ...

Siapa Dokter Terbaik untuk Kita?

Bambang Taruno Utomo Di saat kita memakai jam tangan seharga Rp1 juta atau ...

Kopi Pagi: Asap

Tomi Lebang Hanya sesaat seusai awak kabin menyampaikan rencana pendaratan ...

Hari Ini, Kepala Saya Berisi Tagihan

Dahta Gautama* BANGUN tidur, masih pagi. Pukul 5.30 WIB, istri mengingatkan...

Lagu Nikmat dan Lagu yang Menghibur*

Nusa Putra** Dua penyanyi cantik melantunkan lagu yang nikmat. Keduanya mer...

70 Tahun Baru Seumur Timun Suri

Nusa Putra* Bagi sebuah negara bangsa, usia tujuh puluh tahun belumlah sebera...

Ubet dan Uber

Alois Wisnu Hardana “Ubet” dalam bahasa Jawa berarti jeli melih...

Tak Usah Menunggu, Ayo Kerja!

Nusa Putra Jokowi adalah kontrovesi. Selalu, dan mungkin selamanya. Mungkin...