Anak yang Pandai Memantas-mantas Diri
Oleh: Ukim Komarudin* Seorang teman jamaah masjid mengajak bicara secara khusus dengan saya di suatu subuh. Ia berbisik. Inti ceritanya mengungkap kebingungan yang mendalam karena anak gadisnya akan dipinang seorang direktur perusahaan terhormat. Sa...
Selang waktu dan beragam kesibukan menyebabkan saya lupa permasalahan teman saya itu. Artinya, saya kurang tahu apakah rasa mindernya juga berkepanjangan. Sampai sebuah bingkisan dikirim ke rumah oleh salah satu agen pengiriman yang cukup terkenal. Saya mau tak mau peduli pada bingkisan mewah itu karena dengan jelas dialamatkan untuk saya. Ketika saya tanyakan kepada istri terkait kiriman barang mewah itu ia membenarkan dan menyodorkan sebuah surat dengan amplop masih tertutup yang juga dialamatkan untuk saya.
Saya membaca tulisan yang ditulis tangan. Saya kaget sebab surat itu ditulis oleh besan teman saya itu. Isinya singkat tetapi mampu menyebabkan saya terharu.
Assalamu alaikum,
Sebelumnya saya mohon maaf apabila surat dan kiriman dari saya ini menggangu waktu luang Anda. Tetapi tolong dipahami bahwa saya menyampaikan hal ini dengan maksud baik.
Taufik, anak saya yang menikah dengan Annisa anak teman Anda adalah pasangan muda yang baik. Mereka saling dukung. Saling menyemangati. Saling bela dan saling menjaga keberkahan. Saya merasa sangat beruntung mendapatkan menantu seperti dia. Perusahaan anak kami semakin maju dan perilaku anak dan menantu kami makin menunjukkan hormat kepada orangtua.
Saking bahagianya kami, saya bersama istri pernah datang dan mengucapkan terima kasih kepada besan. Mereka adalah orang-orang yang berjasa bagi keluarga kami. Dari merekalah lahirnya perempuan baik yang begitu mulia yang mau menerima anak kami. Saya datang dengan hati tulus dan mengucapkan terima kasih itu secara langsung kepada mereka. Sayang, besan kami agak pendiam. Padahal kami ingin banyak bicara sebagai tanda rasa bahagia yang tak berkesudahan.
Pak Ukim, terima kasih atas bantuan Bapak yang berkenan membuat acara lamaran dan pernikahan itu terlaksana dengan baik. Selalu, ketika anak saya berulang kali berterima kasih karena diridhoi menikahi Annisa, di saat itu pula saya teringat besan saya yang hebat dan Bapak yang baik hati yang berkenan menjadi jembatan keluarga kala itu sehingga pernikahan itu terjadi.
Mohon doanya dari Bapak agar pernikahan anak kami mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
wassalamu alaikum,
Hidayat dan Keluarga
Saya terharu membaca surat itu. Saya turut berbahagia karena Annisa pandai menjaga kehormatan diri dan keluarga. Saya pikir, teman saya harus tahu bahwa dirinya pantas menjadi besan Pak Hidayat yang kaya raya itu.
* Kepala Sekolah SMP Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan
Tags:
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Related Posts
Security Check
Please complete the captcha to verify you are human.
Comments (0)