JAPFA Comfeed Libatkan 2.051 Siswa SD di Lampung Selatan dalam Program Perbaikan Gizi
Teraslampung.com, Bandarlampung — PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk kembali menjalankan program JAPFA for Kids (JfK) di Kabupaten Lampung Selatan sepanjang 2026. Program tersebut menyasar 15 sekolah dasar negeri dengan total 2.051 siswa dan 165 guru untuk meningkatkan status gizi anak melalui edukasi gizi seimbang dan pembiasaan hidup sehat.
Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, mengatakan program telah dimulai sejak Januari 2026 dan akan berlangsung hingga Desember 2026. Sekolah peserta tersebar di tiga kecamatan, salah satunya Kecamatan Sidomulyo.
"Berdasarkan pemeriksaan puskesmas, terdapat 159 siswa yang terdeteksi mengalami malnutrisi," kata Retno dalam media gathering JAPFA di Hotel Aston, Bandar Lampung, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Retno, kondisi gizi para siswa akan dipantau secara berkala melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan oleh puskesmas. JAPFA menargetkan jumlah anak yang mengalami malnutrisi menurun dalam enam bulan pelaksanaan program.
Ia juga mengajak pemerintah dan sektor swasta memperkuat kolaborasi untuk mengatasi persoalan gizi anak. "Mari bergandengan tangan menyelesaikan masalah malnutrisi," ujarnya.
Social Investment Supervisor JAPFA, ST Khumaidah, mengatakan program tidak hanya memberikan edukasi gizi seimbang, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat serta melakukan pendampingan kepada sekolah.
Lampung menjadi salah satu wilayah pertama pelaksanaan JAPFA for Kids sejak 2008. Program ini diawali di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur sebelum diperluas ke Lampung Selatan, Tanggamus, Pringsewu, dan Pesawaran.
Hingga 2026, JAPFA mencatat program tersebut telah menjangkau 69 sekolah dengan sekitar 13.400 siswa di Provinsi Lampung. Perusahaan juga rutin menggelar Hari Sehat JAPFA sebagai bagian dari pemantauan status gizi siswa.
Data JAPFA menunjukkan pada 2024 sekitar 10,1 persen siswa peserta program masih mengalami masalah gizi. Melalui intervensi berupa pemberian protein hewani, terutama telur setiap hari selama enam bulan, sebanyak 51,5 persen siswa berhasil memperbaiki status gizinya pada 2024. Angka itu meningkat menjadi 62,5 persen pada 2025.
Retno mengatakan perkembangan berat badan dan tinggi badan siswa dipantau melalui aplikasi digital sebagai bagian dari evaluasi program.
Mas Alina
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0






Comments (0)