Respons Pidato Prabowo, Kedubes Iran Tegaskan Iran tidak Pernah Berupaya Kembangkan Senjata Nuklir 

Aug 03, 2026 - 14:01
0 12
Respons Pidato Prabowo, Kedubes Iran Tegaskan Iran tidak Pernah Berupaya Kembangkan Senjata Nuklir 

Teraslampung.com, JAKARTA – Kedutaan Besar Iran di Indonesia menegaskan Republik Islam Iran tidak memiliki dan tidak pernah berupaya mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan itu disampaikan melalui akun resmi X @IraninIndonesia pada Ahad, 2 Agustus 2026, sebagai respons atas polemik pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai ancaman perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.

"The Islamic Republic of Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya," tulis Kedutaan Besar Iran.

Menurut Kedubes Iran, program nuklir negaranya dijalankan secara transparan, damai, dan sesuai hukum internasional. Iran menyebut pemanfaatan teknologi nuklir dilakukan berdasarkan hak yang diatur dalam Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) untuk tujuan damai.

Iran juga menyatakan program nuklirnya berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan menjalani salah satu rezim inspeksi nuklir paling ketat di dunia. Kedubes menegaskan program tersebut tidak ditujukan untuk pengembangan senjata nuklir.

Selain itu, Kedubes Iran mengutip fatwa Pemimpin Tertinggi Iran yang menyatakan senjata nuklir haram.

Menurut mereka, senjata pemusnah massal tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan Iran dan teknologi nuklir dimanfaatkan untuk kepentingan energi, kesehatan, serta penelitian.

Pernyataan Kedubes Iran itu muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang bisa memicu persaingan untuk mengembangkan senjata nuklir di kawasan negara-negara Arab.

Pernyatan yang diungkapkan Prabowo dalam pertemuan dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia dari 38 provinsi di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026, itu menyebut Iran sebagai salah negara yang mengembangkan  senjata nuklir. 

Prabowo mengatakan eskalasi konflik berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan.

"Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirat Arab, Qatar, dan Mesir juga ingin senjata nuklir," ujar Prabowo.

Pidato tersebut menjadi perhatian publik setelah siaran langsung acara mendadak terputus sesaat setelah Prabowo membahas isu nuklir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User