Areal Pencarian Penumpang yang Terjatuh dari Kapal Batumandi di Selat Sunda Diperluas hingga Perairan Pulau Sebesi

Jul 12, 2026 - 14:40
0 8
Areal Pencarian Penumpang yang Terjatuh dari Kapal Batumandi di Selat Sunda Diperluas hingga Perairan Pulau Sebesi

Teraslampung.com, Lampung Selatan — Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap Zora Panasea Martauli Ompusunggu, 19 tahun, penumpang KMP Batumandi yang dilaporkan terjatuh di perairan Selat Sunda di sekitar Pulau Panjurit, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis lalu, 9 Juli 2026.

Memasuki hari ketiga operasi, area pencarian diperluas hingga perairan Pulau Sebesi.

Pencarian pada Sabtu, 11 Juli 2026, dimulai sejak pagi dengan mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 milik Basarnas Lampung. Tim menyisir perairan ke arah Tanjung Tua sejauh sekitar delapan mil laut dari lokasi kejadian, kemudian melanjutkan penyisiran menuju Pulau Sebesi dalam radius 10 hingga 12 mil laut. Pencarian juga dilakukan di sekitar Pulau Sebesi dalam radius satu mil laut.

Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi lapangan dan prediksi pergerakan korban akibat pengaruh arus laut.

"Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan memperluas area penyisiran sesuai prediksi pergerakan korban akibat pengaruh arus. Seluruh unsur yang terlibat tetap bekerja maksimal agar korban dapat segera ditemukan," kata Rezie.

Pada hari kedua pencarian, Jumat, 10 Juli 2026, tim lebih dulu menyisir lokasi di sekitar titik korban diduga jatuh. Namun hingga operasi dihentikan pada sore hari, korban belum ditemukan.

Menurut Rezie, cuaca selama operasi berlangsung relatif cerah sehingga mendukung proses pencarian. Meski demikian, arus bawah laut yang cukup kuat menjadi kendala bagi tim di lapangan.

Korban diketahui bernama Zora Panasea Martauli Ompusunggu, warga Perum Mutiara Citra Asri Blok D24, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Hingga Sabtu sore, korban masih belum ditemukan. Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Minggu pagi, 12 Juli 2026.

Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi pencarian, segera melaporkan kepada Tim SAR Gabungan atau melalui Call Center 115 apabila menemukan informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User