Kopi Pagi

Tumis Tempe Bosok dan Ngehayal Diajak Nonton Film Ci...

Dahta Gautama BARU kali ini, selama 16 tahun, saya kenal dr. Rudolp Sembiring...

Dunia yang “Menyimpang”

Bambang Bider* Ketika menantang “kemapanan” cara berpikir mainstr...

Belajar dari Para Siswa Tuna Netra

Oyos Saroso H.N. Pada 21-23 April 2016, kami bertiga–saya, Ari Pahala H...

Gerandong Ilmu Ikhlas

Dahta Gautama Gerandong. Demikian panggilannya. Saya mengenal dia, baru...

Jangan Pakai Toa Masjid

Oleh : Gunawan Handoko* MENARIK untuk di simak tarik menarik pengelolaa...

Memburu Mahkota di Jalan Surut

Tomi Lebang Nur Mahmudi Ismail adalah lelaki dengan jejak karir yang lengka...

Calon Presiden Keturunan Tionghoa: Yang Mau dan Yang...

Tomi Lebang Jakarta masih banjir. Iya, Anda benar. Dan Gubernur Basuki Tjah...

Blusukan Herman HN

Oyos Saroso H.N. Istilah turba atau turun ke bawah yang biasa dipakai sebagai...

Chrisna Putra

Oyos Saroso H.N. Chrisna Putra. Nama ini sebelumnya asing bagi saya. Maklum, ...

Kenapa Mereka Memilih Bunuh Diri

Budi Hutasuhut Orang acap melihat sisi orang lain dari kaca mata umum. begi...

Si Tukang Kayu

Abdul Majid Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di ...

“Konser” di Jalan Thamrin

Aboeprijadi Santoso* “Konser” yang dijanjikan untuk bulan Dese...

Sekeping “Puzzle” Pendidikan Kita

Nusa Putra* Selesai shalat Subuh saya  berangkat menuju Kemristek Dikt...

Kakek Segala Tahu

Tomi Lebang Suara kaleng rombeng berkerontangan selalu jadi penanda kedatanga...

20 Juta Wisatawan Selama 2016

Budi Hutasuhut Angka 20 juta wisatawan itu beban yang diwajibkan Jokowi untuk...

Apanya yang Baru?

Gunawan Handoko Kita semua tentu berharap agar di tahun 2016 yang hanya tin...