Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi, Warga Diminta Tak Mendekat 3 Kilometer
Teraslampung.com, Bandarlampung — Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih mengalami erupsi hingga Sabtu sore, 5 September 2026. Aktivitas erupsi yang dimulai pada Jumat malam itu berupa semburan lava pijar yang terlihat menyerupai air mancur.
Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan erupsi masih berlangsung hingga Sabtu pukul 16.17 WIB. Namun, intensitasnya mulai menurun.
"Erupsi sudah berkurang, ini masih terus erupsi tapi berkurang," kata Suwarno, Sabtu, 5 September 2026.
Berdasarkan pemantauan Badan Geologi, erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terjadi pada Jumat, 4 September 2026, pukul 23.07 WIB. Aktivitas itu masih berlangsung hingga Sabtu pukul 04.40 WIB dan disertai suara gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api di Pasauran, Banten.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut aktivitas Gunung Anak Krakatau berupa semburan lava pijar yang menyerupai air mancur.
Pada saat yang sama, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merekam aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau melalui sejumlah instrumennya. Rekaman tersebut bertepatan dengan laporan masyarakat mengenai dentuman dan getaran yang terdengar di wilayah Bandung Raya.
Namun, BMKG belum dapat memastikan apakah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berkaitan dengan dentuman yang dilaporkan warga di Bandung Raya.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau tetap menjadi salah satu kemungkinan penyebab dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah Jawa Barat pada 4-5 September 2026.
PVMBG merujuk pada pengalaman erupsi Gunung Anak Krakatau pada 2020 dan Gunung Kelud pada 2014. Saat itu, suara dentuman dari aktivitas vulkanik kedua gunung tersebut dapat terdengar hingga jarak yang cukup jauh.
Hingga Sabtu, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.
Imbauan tersebut disampaikan untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Oyos Saroso HN
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)