Hingga Agustus 2026, Jumlah Investor Pasar Modal di Lampung Tembus 828.927 SID
Teraslampung.com, Bandarlampung — Jumlah investor pasar modal di Provinsi Lampung mencapai 828.927 Single Investor Identification (SID) hingga Agustus 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan investor terus berlangsung seiring meningkatnya literasi investasi dan kegiatan edukasi pasar modal di daerah.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi Lampung, Hendi Prayogi, mengatakan jumlah SID pasar modal baru di Lampung bertambah 36.297 investor pada Agustus 2026. Dengan tambahan tersebut, akumulasi penambahan investor baru sepanjang tahun ini mencapai 365.270 SID.
"Jumlah investor di Lampung cukup signifikan," kata Hendi dalam acara media gathering di Bandar Lampung, Jumat, 25 September 2026.
Menurut dia, pertumbuhan investor antara lain didorong meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya investasi sejak dini. Edukasi pasar modal yang dilakukan secara berkelanjutan juga menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan tersebut.
Dari sisi kepemilikan saham, jumlah SID saham di Lampung mencapai 222.978 hingga Agustus 2026. Jumlah itu bertambah 3.416 investor dibandingkan bulan sebelumnya.
Investor Didominasi Generasi Z dan Milenial
Hendi mengatakan profil investor di Lampung didominasi kelompok usia muda. Investor berusia 18-25 tahun menjadi kelompok terbesar dengan porsi 38,4 persen.
Kelompok usia 26-30 tahun menyusul dengan kontribusi 26,3 persen. Adapun investor berusia 31-40 tahun mencapai 22,2 persen. Sementara kelompok usia 41-100 tahun menyumbang 13,1 persen.
Dari sisi pekerjaan, karyawan swasta menjadi kelompok terbesar dengan porsi 35 persen. Pengusaha berada di posisi berikutnya dengan 18 persen, sedangkan pelajar dan mahasiswa mencapai 17 persen.
Kelompok investor lainnya terdiri atas ibu rumah tangga sebesar 5 persen, pegawai negeri sipil 4 persen, guru 2 persen, serta TNI dan Polri 1 persen. Adapun profesi lainnya menyumbang 17 persen.
Bandarlampung Berkontribusi 28 Persen
Sebaran investor masih terkonsentrasi di Kota Bandarlampung. Kota tersebut menyumbang 28 persen dari total investor pasar modal di Provinsi Lampung.
Kabupaten Lampung Tengah berada di urutan berikutnya dengan kontribusi 13 persen, disusul Lampung Selatan 11 persen, Lampung Timur 9 persen, dan Lampung Utara 7 persen.
Kontribusi wilayah lainnya terdiri atas Tanggamus 6 persen; Way Kanan, Tulangbawang, Pesawaran, dan Pringsewu masing-masing 4 persen; Lampung Barat dan Kota Metro masing-masing 3 persen; Mesuji dan Tulang Bawang Barat masing-masing 2 persen; serta Pesisir Barat 1 persen.
BEI Perkuat Infrastruktur Edukasi
Untuk memperluas literasi dan inklusi pasar modal, BEI Lampung memperkuat infrastruktur edukasi dan akses investasi di daerah.
Saat ini terdapat sembilan perusahaan sekuritas dan satu manajer investasi yang mendukung aktivitas pasar modal di Lampung. Selain itu, BEI memiliki 31 Galeri Investasi (GI) yang tersebar di berbagai wilayah.
Sebanyak 15 galeri berada di perguruan tinggi, tiga merupakan GI pemerintah daerah, delapan GI desa, dan lima GI edukasi.
Pertumbuhan jumlah investor tersebut menunjukkan semakin luasnya basis masyarakat yang masuk ke pasar modal Lampung, dengan kelompok usia muda menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan.
Mas Alina
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)