Warga Pesawahan Bandarlampung Teken Komitmen Dukung Pembangunan Sanitasi Berkelanjutan

Jul 24, 2026 - 17:40
0 10
Warga Pesawahan Bandarlampung Teken Komitmen Dukung Pembangunan Sanitasi Berkelanjutan

Teraslampung.com, Bandarlampung – Warga Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, menandatangani komitmen bersama untuk mendukung pembangunan dan pengelolaan sanitasi berkelanjutan melalui kegiatan Sosialisasi Pendampingan Masyarakat Pengelolaan Air Limbah Domestik, Kamis (23/7/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Provinsi Lampung dalam mendukung penanganan kawasan permukiman sesuai SK Kawasan Permukiman Kumuh Provinsi Lampung.

Pelaksanaan program didukung oleh Pemerintah Kota Bandarlampung, dengan Yayasan Sagara Cita Indonesia (YSC Indonesia) sebagai mitra pendamping masyarakat.

Dalam kemitraan ini, Dinas PKPCK Provinsi Lampung mempersiapkan pembangunan infrastruktur pengelolaan air limbah domestik, Pemerintah Kota Bandarlampung memperkuat dukungan lintas sektor, sementara YSC Indonesia mendampingi masyarakat agar siap memanfaatkan dan memelihara infrastruktur sanitasi secara berkelanjutan.

Pendampingan masyarakat dilaksanakan selama Juli–September 2026 untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai sanitasi aman, mendorong perubahan perilaku, serta memperkuat kelembagaan masyarakat sebagai persiapan sebelum pembangunan infrastruktur dilaksanakan.

Sebagai dasar pelaksanaan pendampingan, YSC Indonesia telah melakukan asesmen kondisi sanitasi di wilayah sasaran. Hasil asesmen menunjukkan penurunan kualitas sanitasi di sejumlah wilayah Kelurahan Pesawahan akibat kerusakan infrastruktur karena banjir, minimnya pemeliharaan sarana sanitasi, serta masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur.

Asesmen juga menemukan sejumlah tangki septik tidak lagi berfungsi optimal karena tidak pernah dilakukan penyedotan lumpur tinja secara berkala, sehingga menyebabkan toilet mampet dan pada beberapa kasus memerlukan rehabilitasi maupun penggantian sarana sanitasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas PKPCK Provinsi Lampung, Bappeda Kota Bandarlampung, Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bandarlampung, Puskesmas Pasar Ambon, Pemerintah Kelurahan Pesawahan, para ketua RT, tokoh masyarakat, serta YSC Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Perumahan Dinas PKPCK Provinsi Lampung, August Riko, menyampaikan bahwa peningkatan pengelolaan air limbah domestik merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kawasan permukiman sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan dan memelihara fasilitas yang dibangun.

"Pembangunan fisik direncanakan dilaksanakan tahun depan. Namun keberhasilan program juga ditentukan oleh hasil pendampingan masyarakat serta kemampuan warga memanfaatkan dan memelihara sarana sanitasi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Bandarlampung, Fitri Yanti, menegaskan bahwa pembangunan sanitasi perlu diiringi perubahan perilaku masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Ia juga mendorong agar kebutuhan sanitasi menjadi perhatian dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sehingga memperoleh dukungan pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam rangkaian kegiatan, Puskesmas Pasar Ambon memberikan pemicuan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan air limbah domestik dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Dalam sesi tersebut disampaikan bahwa sekitar 60 persen sampel sumber air yang diperiksa masih menunjukkan adanya pencemaran bakteri Escherichia coli (E. coli), sehingga perbaikan sanitasi menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan.

Direktur Eksekutif Yayasan Sagara Cita Indonesia (YSC Indonesia), Iffah Rachmi, mengatakan hasil asesmen menjadi dasar penyusunan strategi pendampingan masyarakat sebelum pembangunan infrastruktur dilaksanakan.

"Pembangunan sanitasi tidak cukup hanya membangun infrastruktur. Masyarakat juga perlu memahami cara menggunakan, merawat, dan mengelola fasilitas sanitasi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Selain itu, infrastruktur yang akan dibangun perlu memperhatikan aspek ketahanan iklim, terutama agar tetap berfungsi secara optimal saat menghadapi banjir maupun kondisi kekeringan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh akses sanitasi yang aman, tetapi juga memiliki sistem sanitasi yang lebih tangguh dan berkelanjutan," ujarnya.

Selama periode pendampingan, YSC Indonesia akan melaksanakan edukasi, pendampingan masyarakat, serta memfasilitasi pembentukan kelompok masyarakat untuk mendukung pengelolaan dan pemeliharaan sarana sanitasi setelah pembangunan selesai.

Komitmen yang telah ditandatangani warga menjadi langkah awal menuju pembangunan dan pengelolaan sanitasi yang berkelanjutan di Kelurahan Pesawahan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan dapat menghadirkan layanan sanitasi yang aman dan tangguh terhadap perubahan iklim, meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan, serta mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya.(*)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User