Protes Jalan Rusak Ala “Komunitas Indie Movie Kotabumi”
Feaby/Teraslampung.com Kotabumi–Tak puas dengan kondisi jalan di wilayahnya yang banyak mengalami kerusakan, Komunitas Indie Movie Kotabumi (KIMKa) Lampung Utara mengekspersikan kekesalannya melalui sebuah film pendek. Film pendek yang berdur...
Feaby/Teraslampung.com
Kotabumi–Tak puas dengan kondisi jalan di wilayahnya yang banyak mengalami kerusakan, Komunitas Indie Movie Kotabumi (KIMKa) Lampung Utara mengekspersikan kekesalannya melalui sebuah film pendek.
Film pendek yang berdurasi sekitar 1 menit ini mengambil lokasi di Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum), Kotabumi, tepatnya di depan sekretariat KIMKa yang tak jauh dari perempatan Kebun Empat, Kotabumi.
Menurut salah seorang anggota KIMKa, Dedy, film ini sengaja dibuat untuk mengkritik pemerintah yang seakan menutup mata terhadap buruknya sarana infrastruktur jalan khususnya di Jalintengsum yang mulai dipenuhi lubang baik yang berdiameter besar maupun kecil.
“Lewat film yang dibuat pada Jum’at sore ini, kami ingin mereflesikan kegelisahan kami terhadap buruknya sarana infrastruktur khususnya jalan,” tegas dia, Sabtu (26/3).
Dedy menandaskan, banyaknya lubang – lubang di jalanan membuat keselamatan para pengguna jalan menjadi terancam. Tak jarang banyak pengendara motor yang mengalami kecelakaan akibat terjerembab di lubang – lubang tersebut. Bahkan, pada Kamis (24/3) malam, seorang pengendara motor terluka parah di kepala akibat menghindari lubang yang cukup dalam di dekat sekretariat KIMKa.
“Kami lihat sendiri bapak itu terluka parah di kepala lantaran ingin menghindar dari lubang, motornya tersambar bus antar Provinsi. Kalau jalannya enggak banyak lubang, pasti kecelakaan ini tak terjadi,” sindirnya.
Dedy yang bertugas sebagai editor dalam proyek film pendek sekaligus Pemilik Studio Milikita ini menambahkan, film pendek yang berdurasi sekitar 1 menit menampilkan seorang pemuda yang sedang memancing ikan di lubang yang ada di jalan tersebut. Makna yang terkandung di dalam film ini ialah untuk menggambarkan kondisi jalan yang berlubang tersebut jika terus dibiarkan maka akan dapat menjadi sebuah kolam ikan.
“Lihat saja lubang yang ada di situ, lebar dan dalam. Kalau pelihara ikan di sana, pasti hidup. Pemerintah harusnya cepat menyadari londisi ini karena menyangkut keselamatan warganya,” tegas dia.



