Disdikbud Bandarlampung Salurkan BOSDa ke 45 SMP Negeri, Sekolah Diminta Hentikan Pungutan
Teraslampung.com, Bandarlampung — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) tahap pertama kepada 45 sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di kota itu, Selasa, 2 Juni 2026.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung, M. Ramdhan, kepada para kepala sekolah di Aula Disdikbud setempat.
Ramdhan meminta seluruh kepala sekolah menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Karena uang ini berasal dari APBD, saya minta kepada para kepala sekolah menggunakan dana ini dengan baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika ada hal yang belum jelas, segera berkoordinasi dengan dinas,” kata Ramdhan.
Ia juga menyampaikan pesan Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, agar sekolah tidak lagi membebani orang tua siswa dengan berbagai pungutan. Menurut dia, kehadiran BOSDa diharapkan dapat menutupi kekurangan dana operasional sekolah yang selama ini belum terpenuhi dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pemerintah pusat.
Saat ini, BOSDa dialokasikan sebesar Rp300 ribu per siswa per tahun. Adapun BOS dari pemerintah pusat mencapai Rp1,1 juta per siswa per tahun.
“Dengan adanya BOSDa ini diharapkan tidak ada lagi pungutan-pungutan di SMP negeri,” ujarnya.
Kepala SMP Negeri 2 Bandar Lampung, Abdul Khanif, mengatakan tambahan anggaran melalui BOSDa akan membantu sekolah memenuhi kebutuhan operasional, termasuk pembayaran honor guru non-ASN.
Menurut dia, selama ini sekolah masih mengandalkan sumbangan dari orang tua siswa karena penggunaan dana BOS untuk honor guru dibatasi maksimal 20 persen sesuai petunjuk teknis.
“Dengan adanya BOSDa ini sangat membantu. Insyaallah tahun ajaran baru kami tidak lagi meminta sumbangan dari orang tua siswa,” kata Khanif.
Ia menambahkan, pengecualian hanya berlaku untuk program kelas bilingual yang dijalankan melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan tertentu.
Dandy Ibrahim






