Usaha Pedagang Terancam Kolaps, DPRD Lampung Utara Panggil Pengembang Pasar Dekon
Teraslampung.com, Kotabumi--DPRD Lampung Utara pesimistis pembangunan ulang Pasar Dekon dapat rampung sebelum akhir tahun. Sebab, menurut mereka, indikasi ke arah sana mulai terlihat jelas.
"Kalau melihat pola kerja mereka saat ini, saya khawatir tidak selesai pada akhir tahun ini," jelas Ketua Komisi II DPRD Lampung Utara, Rahmad Fadli, Senin (25/5/2026).
Kekhawatiran ini merupakan salah satu alasan utama pihaknya untuk segera memanggil pihak pengembang dan instasi terkait dalam waktu dekat. Alasan lainnya adalah keluhan pedagang yang terancam gulung tikar akibat belum rampungnya pembangunan pasar tersebut.
"Banyak keluhan yang masuk ke kami soal ini," kata dia.
Politisi asal PKB ini mengatakan, sebelum terkendala proses administrasi (kewajiban lelang), target rampungnya pembangunan sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu. Namun, target itu menjadi molor karena adanya kewajiban lelang. Namun, ia tidak dapat mengingat secara pasti target terbaru dalam pembangunan itu.
"Saya lupa pastinya. Kalau dulu, targetnya, 8 bulan rampung," terangnya.
Dalam rapat mendatang, ia akan menanyakan perkembangan terkini dari pembangunan yang telah dilaksanakan berikut target rampungya pembangunan. Kemudian, harus ada solusi terbaik untuk eks pedagang di sana agar usaha mereka tetap berjalan. Jangan sampai, gedung selesai, tapi tidak ditempati karena pedagangnya banyak yang gulung tikar.
"Merelokasi ke tempat yang lebih layak bisa jadi solusi seperti ke eks gedung Ramayana," kata dia.
Sebelumnya, ancaman banyaknya eks pedagang Pasar Dekon dan Ganefo, Lampung Utara yang bangkrut kian nyata. Sebab,target rampungnya pembangunan ulang pasar tersebut hingga kini masih belum jelas.
"Silakan tanya ke pak Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan saja," jelas Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Utara, Frans Tanada.
Meski begitu, Frans menyebutkan bahwa proses pembangunan ulang pasar telah mencapai sekitar 40 persen. Pihak investor telah menyiapkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk pembangunan tersebut.
Sementara itu, eks pedagang Pasar Dekon dan Ganefo, Lampung Utara membenarkan bahwa usaha mereka terancam gulung tikar karena dagangan mereka sepi pembeli.
“Seminggu bisa laku satu barang saja sudah bagus," kata salah seorang eks pedagang Pasar Dekon, Sisi Sindo.
Sisi menuturkan, kondisi ini berbanding terbalik saat masih berdagang di bangunan Pasar Dekon sebelum dirobohkan. Lebaran tahun ini pun, mereka sangat kesulitan menjual barang dagangan mereka. Padahal, saat lebaranlah biasanya mereka dapat meraup keuntungan yang besar.
"Para pembeli sepertinya enggan ke kios-kios sementara yang menjadi tempat berdagang," jelasnya.
Feaby Handana

