Mayat Perempuan Asal Lampung dalam Kardus di Bandung, Pelaku Ditangkap Saat Menuju Palembang

Sep 02, 2026 - 19:25
0 38
Mayat Perempuan Asal Lampung dalam Kardus di Bandung, Pelaku Ditangkap Saat Menuju Palembang

Teraslampung.com, Bandung – Kardus besar yang digelindingkan seorang pria ke pinggir jalan di Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa, 1 September 2026, ternyata berisi jasad perempuan. Korban diketahui bernama Siti Maimunah, 41 tahun, warga Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung.

Polisi menangkap terduga pelaku kurang dari enam jam setelah jasad ditemukan. Pelaku ditangkap ketika dalam perjalanan menuju Palembang.

Kasus ini bermula ketika warga melihat sebuah kardus besar di Jalan Terusan Suryani-Soekarno Hatta, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, sekitar pukul 11.00 WIB. Seorang warga, Mukhtar, 45 tahun, curiga setelah melihat seorang pria menggelindingkan kardus tersebut.

Kecurigaan Mukhtar berubah menjadi kepastian setelah melihat bagian tubuh yang diduga tangan keluar dari kardus. Ia kemudian melaporkan temuan tersebut kepada aparat setempat. Pria yang membawa kardus itu telah lebih dulu melarikan diri.

Polisi kemudian mengidentifikasi korban sebagai Siti Maimunah. Kapolrestabes Bandung Kombes Dedi Supriyadi mengatakan korban berasal dari Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung.

Belum banyak yang diungkap polisi mengenai hubungan korban dengan terduga pelaku. Motif pembunuhan juga masih didalami.

“Alhamdulillah, tersangka dapat kami amankan kurang dari enam jam saat perjalanan menuju Kota Palembang,” kata Dedi di Mapolrestabes Bandung, Selasa malam, 1 September 2026.

Kardus Berat dari Kamar Kos

Sebelum jasad korban dibuang ke pinggir jalan, kardus tersebut diketahui berada di kamar kos yang ditempati terduga pelaku di Dunguscariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

Ada bagian dari proses pemindahan kardus yang justru melibatkan tetangga kos. Daniel, salah seorang penghuni kos, mengaku dimintai bantuan mengangkat barang oleh terduga pelaku.

Daniel mengira kardus itu berisi barang biasa, seperti lemari. Ia baru mengetahui adanya kejanggalan karena kardus tersebut sangat berat.

Daniel dan pelaku tidak sanggup mengangkat kardus itu berdua. Ia kemudian meminta bantuan tetangga lain. Mereka bertiga mengangkat kardus tersebut ke bawah sebelum pelaku membawanya menggunakan troli.

Kardus itu kemudian diangkut menggunakan mobil pikap.

Ketika ditanya mengenai isinya, pelaku disebut mengatakan kardus tersebut berisi besi dan pakaian. Daniel sempat mengusulkan agar kardus dibagi menjadi dua karena terlalu berat. Namun pelaku menolak dengan alasan kardus sudah dilakban.

Daniel juga sempat mencium bau tidak sedap dari kardus tersebut. Namun saat itu ia belum mengetahui bahwa barang yang dibantunya angkat diduga berisi jasad manusia.

Bau Amis dan Lalat di Kos

Kecurigaan semakin menguat setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah kos tersebut.

Menurut Daniel, bau amis menyengat tercium di sekitar kos. Lalat bahkan terlihat sebelum seseorang mencapai kamar yang ditempati terduga pelaku.

Temuan dan keterangan saksi tersebut kini menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan polisi untuk mengungkap bagaimana Siti Maimunah meninggal dan bagaimana jasadnya bisa berakhir di dalam kardus.

Polisi masih memeriksa terduga pelaku dan mengumpulkan bukti untuk menyusun kronologi pembunuhan. Hubungan antara korban dan pelaku serta motif di balik kematian Siti Maimunah juga belum diungkap.

Penangkapan dalam waktu kurang dari enam jam menjadi titik awal bagi polisi untuk membongkar kasus yang bermula dari sebuah kardus besar di pinggir jalan Bandung itu.

Sumber: kompas.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User