Pangdam XXI/Raden Inten: Pelaku 'Love Scamming' di Rutan Kotabumi Bukan Anggota TNI

Pangdam XXI/Raden Inten: Pelaku 'Love Scamming' di Rutan Kotabumi Bukan Anggota TNI

Teraslampung.com, BANDAR LAMPUNG — Pangdam XXI/Raden Inten Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi memastikan pelaku penipuan daring berkedok asmara atau love scamming yang beroperasi dari Rutan Kelas IIB Kotabumi bukan prajurit TNI aktif. Para pelaku disebut menggunakan akun palsu dan foto editan berseragam TNI untuk meyakinkan korban.

“Kami fokus memastikan apakah pelakunya anggota TNI atau bukan. Setelah dilakukan penelusuran bersama Polda Lampung, dipastikan mereka bukan anggota TNI,” kata Kristomei dalam konferensi pers di Bandar Lampung, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Kristomei, para pelaku memanfaatkan teknologi AI generator dan manipulasi foto untuk membuat identitas palsu di media sosial. Mereka mengaku sebagai perwira maupun bintara TNI untuk mendekati korban perempuan.

“Ada yang dibuat seolah-olah perwira, ada juga yang mengaku bintara. Semuanya akun palsu,” ujarnya.

Pangdam juga menyoroti masih aktifnya sejumlah akun media sosial yang digunakan dalam aksi penipuan tersebut. Salah satu akun Instagram yang disebut masih aktif ialah “ayub47139”.

“Itu akun palsu dan dipakai untuk aksi love scamming,” kata dia.

Kristomei menilai tindakan itu tidak hanya merugikan korban secara materi, tetapi juga mencoreng nama baik institusi TNI. Karena itu, Kodam XXI/Raden Inten berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk menelusuri identitas para pelaku.

Kasus penipuan asmara daring itu terungkap setelah petugas menemukan 156 telepon genggam di dalam Rutan Kelas IIB Kotabumi. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 137 warga binaan diduga terlibat dalam jaringan penipuan tersebut.

Polisi mencatat terdapat 249 korban yang telah mentransfer uang kepada para pelaku dengan total kerugian mencapai Rp 1,4 miliar.