SMPN 1 Kibang Gelar Bedah Anggaran
Bedah anggaran SMPN 1 Kibang, Lampung Timur, Selasa pagi (27/1). LAMPUNG TIMUR, Teraslampung.com — Dalam rangka transparansi anggaran pendidikan, SMP Negeri 1 Metro Kibang menggelar rapat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (...
| Bedah anggaran SMPN 1 Kibang, Lampung Timur, Selasa pagi (27/1). |
LAMPUNG TIMUR, Teraslampung.com — Dalam rangka transparansi anggaran pendidikan, SMP Negeri 1 Metro Kibang menggelar rapat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tahun Anggaran 2015, bertempat di sekolah setemoat Selasa (28/1).
Rapat dipimpin Kepala Sekolah, Drs. H. Adenan dengan melibatkan dewan guru dan Komite Sekolah. Pada tahun Anggaran 2015, SMPN1 Kibang mendapat gelontoran dana BOS senilai Rp536 juta.
“Anggaran sebesar itu diperoleh dengan indeks satuan biaya Rp1 juta per siswa. Kita memiliki 536 siswa kelas VII sampai dengan X, sehingga kita dialokasikan anggaran sebesar Rp536 juta untuk satu tahun anggaran 2015 ini” papar Adenan.
Ketua Komite Syamsul Arifin yang hadir bersama seluruh anggota Komite menyambut baik langkah yang ditempuh Sekolah melibatkan Komite membahas Anggaran.
“Ini langkah maju sekolah yang patut diapresiasi. Bagaimanapun karena sumber anggaran berasal dari masyarakat, maka pengelolaannya juga wajib disampaikan secara transparan kepada publik. Agar semuanya selamat. Sekolah selamat, Komite juga sebagai representasi wali murid dan masyarakat juga selamat, tidak cuma jadi penyetempel kebijakan sekolah,”kata Syamsul.
Dengan anggaran yang murni bersumber dari APBN, SMPN1 Kibang berkomitnen tidak akan memungut biaya apa pun dari wali murid untuk mendukung kegiatan sekolah.
“Kita optimalkan semua kegiatan sekolah dari BOS, kita tidak memungut iuran wali murid” tandas Adenan.
Rapat itu sendiri berlangsung dinamis. Baik dewan guru maupun anggota komite sangat proaktif mengkritisi materi Draft RKAS. “Suasana kebatinan para dewan guru dan komite sudah klop. Sama-sama berkomitmen untuk memajukan sekolah. Kita bersyukur dengan dinamika positif seperti ini”, ungkap Syamsul.





