Respons Laporan Warga, Kecamatan Panjang Pastikan Bantuan dan Usulan Bedah Rumah untuk Ibu Tunggal

Respons Laporan Warga, Kecamatan Panjang Pastikan Bantuan dan Usulan Bedah Rumah untuk Ibu Tunggal

Teraslampung.com, Bandarlampung  — Pemerintah Kecamatan Panjang merespons laporan warga dengan meninjau langsung kondisi Siti Khodijah, ibu tunggal yang tinggal di Kelurahan Pidada, Sabtu, 4 April 2026. Dalam kunjungan itu, Camat Panjang Hendry Satria Jaya memastikan keluarga tersebut telah menerima bantuan sosial dan akan diusulkan masuk program bedah rumah.

Kunjungan dilakukan di kediaman Siti Khodijah di lereng Bukit Sakal, Kampung Margomulyo. Siti diketahui menghidupi tiga anaknya seorang diri dengan berjualan kerupuk dan brownies setelah mengalami persoalan rumah tangga.

Hendry mengatakan, laporan masyarakat menjadi dasar pemerintah bergerak cepat melakukan verifikasi lapangan. “Kami berterima kasih kepada warga yang telah menyampaikan informasi. Kami sudah memastikan langsung kondisi Ibu Siti,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Siti Khodijah tercatat sebagai penerima aktif sejumlah bantuan sosial, seperti PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Selain itu, anak-anaknya juga tercakup dalam Program Indonesia Pintar (PIP), meskipun sempat terkendala akibat perpindahan sekolah.

Pendamping sosial PKH Kecamatan Panjang, Isnan Subegi, mengatakan intervensi bantuan dari pemerintah pusat sejauh ini telah berjalan. Ia menyebut hampir seluruh anggota keluarga Siti juga terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Bantuan sosial dan jaminan kesehatan sudah berjalan. Tinggal penguatan intervensi lanjutan dari pemerintah daerah,” kata Isnan.

Pemerintah Kota Bandar Lampung, kata Hendry, akan melanjutkan penanganan melalui sejumlah langkah. Pertama, mengusulkan rumah Siti Khodijah ke dalam program bedah rumah. Kedua, memfasilitasi administrasi kependudukan bagi anak bungsunya yang belum memiliki akta kelahiran dan belum tercantum dalam kartu keluarga.

Selain itu, intervensi kesehatan akan dilakukan melalui Puskesmas Panjang dengan pemberian makanan tambahan bagi anak tersebut. Pemerintah juga memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak Siti melalui program bantuan pendidikan daerah.

Kunjungan itu turut dihadiri aparat kelurahan, pihak puskesmas, serta tenaga kesejahteraan sosial. Pemerintah juga menyerahkan bantuan sembako dan santunan untuk meringankan beban keluarga.

“Kami akan terus memantau dan mendampingi keluarga ini,” kata Hendry.