Target Thomas Cup 2026: PBSI Bidik Final, Tim Uber Indonesia Diharapkan Tembus Semifinal
Teraslampung.com, Jakarta — Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia menargetkan tim putra Indonesia menembus final Thomas Cup 2026, sementara tim putri dipatok mencapai semifinal Uber Cup 2026. Target tersebut disampaikan dalam acara pelepasan tim di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
Ketua Umum PBSI M Fadil Imran mengatakan, peluang tim Thomas untuk melaju hingga final tetap terbuka meski persaingan diperkirakan ketat. Ia menilai kekuatan Indonesia saat ini berada sedikit di bawah China berdasarkan peringkat federasi bulu tangkis dunia.
“Target kami bisa mencapai final Thomas Cup. Di lapangan, semua bisa terjadi tergantung kesiapan dan mental pemain,” kata Fadil.
Turnamen akan berlangsung di Forum Horsens, Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei 2026. Kontingen Indonesia dijadwalkan berangkat pada 16 April untuk menjalani pemusatan latihan sekaligus adaptasi cuaca.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menyebut total kontingen yang diberangkatkan berjumlah 45 orang. “Kami akan melakukan training camp untuk adaptasi dan pematangan strategi. Persiapan sudah cukup matang,” ujarnya.
Pada sektor putra, Indonesia tergabung di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Fadil menilai Prancis dan Thailand menjadi lawan terberat di fase grup.
“Prancis punya tiga pemain tunggal dan satu ganda yang kuat. Thailand juga memiliki kekuatan merata, termasuk pemain tunggal papan atas dunia,” kata dia.
Sementara itu, tim Uber Indonesia berada di Grup C bersama Kanada, Australia, dan Taiwan. PBSI menargetkan tim putri lolos fase grup dan melangkah hingga semifinal.
“Target realistis kami semifinal, tapi kami berharap bisa melangkah lebih jauh seperti capaian dua tahun lalu,” ujar Fadil.
PBSI menunjuk Fajar Alfian sebagai kapten tim Thomas dan Putri Kusuma Wardani sebagai kapten tim Uber melalui mekanisme voting internal pemain.
Fajar mengatakan penunjukannya sebagai kapten menjadi motivasi tambahan bagi dirinya dan tim. Ia mengaku memiliki pengalaman tampil dalam lima edisi Thomas Cup.
“Tidak ada lawan yang mudah di fase grup. Kami harus siap sejak awal dan menjaga konsistensi untuk bisa mencapai final,” ujar Fajar, yang menang tipis dalam voting melawan Jonatan Christie.
Adapun Putri Kusuma Wardani menilai persaingan di sektor putri juga tidak ringan, terutama menghadapi Taiwan dan Kanada yang memiliki pemain tunggal berkualitas.
“Persaingan di grup cukup berat, tapi kami tetap optimistis bisa lolos dan melangkah jauh,” kata Putri.
Ia menambahkan, komposisi tim yang tidak jauh berbeda dengan edisi sebelumnya menjadi modal penting untuk menjaga kekompakan dan meningkatkan performa.
Indonesia terakhir kali menjuarai Thomas Cup pada 2021 di Denmark. PBSI berharap pengalaman tersebut bisa menjadi dorongan bagi skuad saat ini untuk kembali merebut gelar.

