Unila Cetak Sejarah, Jurnal Sylva Lestari Tembus Q2 Scopus

Unila Cetak Sejarah, Jurnal Sylva Lestari Tembus Q2 Scopus

Teraslampung.com, Bandarlampung -- Universitas Lampung (Unila) mencatat capaian baru dalam pemeringkatan internasional. Melalui rilis SCImago Journal Rank (SJR) 2025, Jurnal Sylva Lestari berhasil menembus kategori Quartile 2 (Q2), menjadi pencapaian tertinggi pertama bagi jurnal di lingkungan kampus tersebut.

Selain itu, empat jurnal lain milik Unila bertahan dan masuk dalam kategori Quartile 3 (Q3) dan Quartile 4 (Q4). Capaian ini dinilai sebagai momentum untuk mempercepat peningkatan kualitas publikasi ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, mengatakan keberhasilan tersebut mencerminkan efektivitas kebijakan kampus dalam mendorong hilirisasi riset. “Ini menunjukkan standar akademik Unila semakin diakui secara global. Kami akan terus memberikan dukungan agar capaian ini meningkat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 April 2026.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unila, Dikpride Despa, menyebut capaian satu jurnal di Q2, dua jurnal di Q3, dan dua jurnal di Q4 merupakan hasil kerja kolektif pengelola jurnal. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga kualitas substansi dan tata kelola jurnal.

Di sisi lain, Unila juga menyiapkan langkah untuk memperkuat publikasi di tingkat nasional. Ketua Pusat Publikasi dan Kerja Sama Unila, Gigih Forda Nama, menyatakan kampus menargetkan ekspansi akreditasi jurnal pada 2026.

“Tahun ini kami menyiapkan puluhan jurnal untuk mengajukan akreditasi maupun reakreditasi SINTA. Targetnya memperbanyak jurnal yang masuk SINTA 2 dan SINTA 1 sebagai fondasi menuju indeksasi internasional,” kata Gigih.

Dalam pemeringkatan SJR 2025, selain Jurnal Sylva Lestari di Q2, tiga jurnal Unila tercatat di Q3, yakni Administrative and Environmental Law Review, Journal of Tropical Plant Pests and Diseases, serta Indonesia Private Law Review. Sementara Lampung Journal of International Law berada di kategori Q4.

Capaian ini memperkuat posisi Unila dalam pengembangan riset berkelas dunia, seiring upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas dan daya saing publikasi ilmiah.