Yuni Karnelis: Semangat Kartini Relevan untuk Dorong Ekonomi Keluarga
Teraslampung.com, Bandarlampung — Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga PKS Lampung, Yuni Karnelis, mengatakan semangat emansipasi Raden Ajeng Kartini tetap relevan di era kini, terutama dalam mendorong perempuan berperan aktif meningkatkan ekonomi keluarga.
Hal itu disampaikan Yuni dalam peringatan Hari Kartini, Senin, 21 April 2026. Menurut dia, perjuangan Kartini tidak hanya sebatas membuka akses pendidikan bagi perempuan, tetapi juga mendorong kemandirian dan kontribusi nyata dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
“Perempuan yang terdidik akan mampu membawa perubahan, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga keluarga dan masyarakat,” kata Yuni.
Ia menjelaskan, dalam konteks saat ini, pendidikan dan keterampilan menjadi kunci utama agar perempuan dapat berkontribusi secara ekonomi. Perempuan, kata dia, kini tidak hanya berperan dalam ranah domestik, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi keluarga.
Fenomena tersebut, menurut Yuni, terlihat dari semakin banyaknya usaha mikro yang dikelola perempuan, mulai dari kuliner rumahan, kerajinan tangan, hingga bisnis berbasis digital. Perkembangan teknologi, kata dia, turut membuka peluang bagi perempuan untuk tetap produktif tanpa meninggalkan peran di rumah.
Selain itu, Yuni menekankan pentingnya literasi keuangan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Perempuan yang mampu mengelola keuangan dinilai berperan strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Perempuan perlu dibekali kemampuan mengatur keuangan, mulai dari pengeluaran, menabung, hingga investasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti berbagai program pemberdayaan perempuan yang telah dijalankan pemerintah dan lembaga terkait, seperti pelatihan kewirausahaan dan akses permodalan. Namun, menurut dia, tantangan masih ada, terutama terkait kesenjangan akses pendidikan, teknologi, dan peluang ekonomi.
Karena itu, Yuni menilai diperlukan dukungan dari keluarga, masyarakat, serta kebijakan pemerintah yang berpihak agar perempuan dapat berkembang secara optimal.
Menurut dia, ketika perempuan berdaya secara ekonomi, dampaknya tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian nasional.
“Semangat Kartini bukan hanya soal emansipasi, tetapi kemandirian dan kontribusi nyata. Dari keterbatasan akan selalu ada jalan menuju kesejahteraan,” kata Yuni.

