Pemkot Bandarlampung Belum Realisasikan Dukungan untuk Gerai Samsat, Padahal PAD Naik Tajam
Teraslampung.com, Bandarlampung -- Pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di Kota Bandarlampung dinilai belum mendapat dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah kota, meski kewajiban tersebut tercantum dalam perjanjian dengan Pemerintah Provinsi Lampung.
Seorang sumber di lingkungan Samsat menyebutkan, sejak diberlakukannya skema opsen pajak kendaraan bermotor—yang memungkinkan porsi pajak langsung masuk ke kas pemerintah kabupaten/kota—telah disepakati adanya kontribusi daerah untuk mendukung fasilitas gerai Samsat.
“Dalam perjanjian itu, Pemkab dan Pemkot diminta membantu sarana dan prasarana gerai Samsat. Namun hingga kini, dari Pemkot Bandarlampung belum ada realisasi,” kata sumber tersebut, Jumat, 10 April 2026.
Menurut dia, peningkatan penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor cukup signifikan setelah kebijakan tersebut diterapkan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandarlampung dari sektor ini bahkan disebut meningkat hingga sekitar 300 persen.
Dalam perjanjian yang sama, pemerintah kota disebut berkewajiban menyisihkan sekitar satu persen dari pendapatan pajak kendaraan untuk mendukung fasilitas Samsat. Pada 2025, PAD Bandarlampung dari sektor tersebut tercatat lebih dari Rp230 miliar.
“Artinya ada alokasi yang seharusnya bisa digunakan untuk mendukung layanan publik di gerai Samsat,” ujarnya.
Saat ini terdapat sekitar 10 gerai Samsat di Kota Bandarlampung yang membutuhkan peningkatan fasilitas. Kebutuhan itu beragam, mulai dari peralatan pendukung hingga infrastruktur layanan.
Gerai yang berada di Mal Pelayanan Publik (MPP), misalnya, membutuhkan tambahan lahan parkir agar memudahkan wajib pajak. Selain itu, diperlukan upaya sosialisasi karena tingkat kunjungan di lokasi tersebut masih relatif rendah dibanding gerai lainnya.
Adapun gerai yang menggunakan bangunan eks kontainer membutuhkan fasilitas penunjang seperti pendingin ruangan. Sementara itu, layanan Samsat keliling juga dinilai perlu diperkuat melalui penambahan armada.
“Saat ini kami memiliki dua unit Samsat keliling, tetapi kondisinya sudah cukup tua. Jika ada dukungan pengadaan kendaraan baru, tentu akan sangat membantu,” kata sumber itu.
Pihak Samsat berharap pemerintah kota dapat segera merealisasikan komitmen yang telah disepakati, terutama untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Dandy Ibrahim

