Bulog Lampung Salurkan 21,6 Juta Kilogram Beras Bantuan, Stok Capai 306 Ribu Ton

Bulog Lampung Salurkan 21,6 Juta Kilogram Beras Bantuan, Stok Capai 306 Ribu Ton

Tetaslampung.com, Bandarlampung — Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung menyatakan telah menyalurkan 21,65 juta kilogram beras bantuan pangan kepada 1.082.777 penerima manfaat hingga 7 Juni 2026. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 86 persen dari target 1.260.686 penerima bantuan pangan di seluruh Provinsi Lampung.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengatakan percepatan penyaluran bantuan pangan dilakukan bersamaan dengan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga keterjangkauan harga beras di masyarakat.

"Stok beras yang kami kuasai saat ini mencapai 306.583 ton dan tersebar di sejumlah gudang Bulog di Lampung. Ketersediaan ini cukup untuk mendukung program bantuan pangan, SPHP, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga beras," kata Rindo dalam keterangan tertulis, Ahad, 7 Juni 2026.

Selain beras bantuan pangan, Bulog Lampung juga telah menyalurkan 4.180.411 liter minyak goreng Minyakita. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan tersebut dapat tersalurkan hingga akhir Juni 2026.

Menurut Rindo, percepatan distribusi bantuan pangan diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan, sekaligus meredam tekanan harga pangan di tingkat konsumen.

Di sisi lain, Bulog Lampung mencatat realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai 5.443.750 kilogram. Beras tersebut didistribusikan melalui pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, serta jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Rindo menilai program SPHP menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menjaga harga beras tetap terjangkau. Karena itu, distribusinya terus diperluas ke berbagai wilayah di Lampung.

Pemerintah mengandalkan kombinasi bantuan pangan dan penyaluran beras SPHP untuk menjaga keseimbangan pasokan serta mengendalikan harga beras di pasaran. Dengan dukungan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersedia, Bulog memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap aman.

"Kami memastikan cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog dalam kondisi aman, berkualitas baik, dan siap digunakan untuk kebutuhan stabilisasi maupun kondisi darurat apabila diperlukan," ujar Rindo.

Ia menambahkan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras karena stok yang tersedia dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan di Provinsi Lampung.