Geliat Industri Wisata MICE dan Olahraga Lampung Era 'Nemuy Nyimah' Duet Muda Mirza-Jihan 2025–2030
Oleh: Muzzamil
Sebelum kelak bersama-sama Banten sang 'saudara tua' menjadi tuan rumah bersama pesta olahraga nasional terbesar republik: Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Lampung-Banten 2032, beberapa agenda strategis nasional jua bakal dihelat di Lampung; sekaligus cerminan industri pariwisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition; atau Pertemuan, Insentif, Konvensi, Pameran) provinsi ujung Sumatra bertingkat pertumbuhan ekonomi impresif ini turut progresif bergeliat.
Lampung notabene provinsi pemilik modalitas sosial kuat, tradisi warisan adiluhung leluhur yang masyhur temurun: 'Nemuy Nyimah, tradisi memuliakan tetamu pendatang, satu dari lima kesatuan falsafah hidup masyarakat adat Lampung, Piil Pesenggiri itu.
Keterbukaan fisik mental di dalam menerima, menjamu, dan lain-lain tindakan memuliakan tetamu pendatang, hari-hari ini turut bertumbuk, bertemu irisan hebat, kepemimpinan partisipatif-teknokratik duet muda, Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 2025–2030 Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela.
Duet Mirza-Jihan ini, di Tanah Air turut disebut duet ideal. Representasi kepemimpinan inovatif-inspiratif yang selain berkarakter demokratik, berkinerja serba terukur daya magnitudo durabilitas eksekusi program, pun di dalamnya juga menggendong erat karakter pembaharu lagi terbuka. Open minded karkhas generasi milenial.
Sebagaimana terpantau, kurun terlantik 20 Februari 2025 lalu hingga 20 April 2026 lewat, premis ini terbukti dan dibuktikan melalui serbaneka capaian kinerja positif terutama pada tahap awal guna demi menunaikan janji kampanye politik Pilkada Serentak 2024; serta 'bonus' capaian kinerja positif multi sektor pembangunan daerah sebagai bagian imbas mutualis daya kepemimpinan; pun dari itu menasbihkan diri menjadi modalitas sosial senada.
Dua modalitas sosial —tradisi 'Nemuy Nyimah' serta daya kepemimpinan partisipatif teknokratik, inovatif inspiratif, demokratis dan terbuka Mirza-Jihan— ini, kabar gembira.
Secara profitable dan marketable, dengan berangkat atau berpijak dari telaahan manajemen risiko, sebagai seorang manajer risiko yang baik (baca: paripurna), patut menilik dua modalitas sosial kuat dimaksud sebagai "jalan pulang".
Pulang dari keengganan untuk turut berpeluh ria bangun daerah kampung halaman tanah kelahiran, pulang dari ketidakacuhan lagi ketidakmau-tahuan alias sebodo teing mau diapakan dan mau jadi apa, pulang dari keragu-raguan "masa sih, eh iya tah" hingga larut berasyik masyuk meniti karir (birokrasi, usaha, bisnis, lain sebagainya) luar daerah, dan pulang kepada harapan baru "Lampung adalah kita".
Dan kini menuju the point of view: dua modalitas sosial kuat dimaksud adalah juga agregator human capital ceruk besar salah satunya kerja-kerja teknokratik mengejar pemajuan sektor wisata, pariwisata dan kepariwisataan daerah 9,62 juta jiwa populasi berdiam saling rukun damai sedikitnya 32 etnis Nusantara di dalamnya ini.
Dari Bakauheni hingga Pematang Panggang. Dari Ngaras hingga Dente Teladas. Ujar pemantik Lampung adalah kita.
Di dalamnya bersangkar niat dan ikhtiar, tungkus lumus deret pembelajar hingga guru besar, duduk berdiri sejajar hingga kompak berbondong berlari mengejar, jangkar pemajuan bernama industri pariwisata.
Yang tak lah melulu berpacu dalam melodi tuntaskan satu demi satu pemenuhan syarat material 3A: atraksi, amenitas, dan aksesibilitas semata. Namun lebih jauh, berkehendak tunggal untuk all out menjadikannya kesatuan basis pikir, kesatuan gerak, hingga kesatuan evaluasi terukur.
Catatan khusus soal ini, duet Mirza-Jihan perlu dan penting untuk aktif galang koordinasi intens dan rutin misal dengan arahan direktif agar OPD teknis kepariwisataan provinsi dan kabupaten/kota, gadang rencana program raksasa kalender even wisata daerah ini (bilamana perlu dua kali lipat saat ini: total 60 kalender even wisata di Lampung 2026). Serutin seketat sesering mungkin, sebesar-besarnya target.
Apa pasal? Sebab kesempatan tidak datang dua kali. Sebab kesempatan boleh jadi (justru) datang berkali-kali.
Apatah lagi, kini tercatat: selain, Gubernur Mirza notabene satu-satunya gubernur latar parpol penguasa, the ruling party, Gerindra, di Sumatra, juga didapuk menjadi Ketua II Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) 2025–2029.
Senada lainnya, Walikota Bandarlampung Eva Dwiana kini Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025–2030. Pun enam nama jua masuk Dewan Pengurus Harian Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) 2026–2030.
Mereka, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama (Bendahara Umum), Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah (Wasekjen), Bupati Tanggamus HM Saleh Asnawi (Ketua Bidang Perdagangan), Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri (Sekretaris Bidang HAM), Bupati Lampung Utara Dr Hamartoni Ahadis (Sekretaris Bidang Pertahanan Keamanan), dan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas (Korwil Lampung).
Pinjam istilah Asmuni Srimulat "tak ada hil yang mustahal", dari itu fokus galangan, perlu untuk digas menjadi fokus gadangan, hingga selanjutnya menuju fokus lokus, salah satu pembuktian serius eksekusi rencana program. Lewat sub-sektor wisata MICE, peluang itu lebar, lebar dan lebar. Itu bukti pula Lampung anti pasif, bukan melulu penonton.
Terbujur perdana, sukses tangan dingin Mirza, gubernur ke-11 ini meng-homebase-kan klub sepakbola Liga 2 lalu naik kelas jadi anak baru Liga 1 musim 2025/2026, notabene klub milik Korlantas Polri hingga berpuncak nama laga The Guardians of Saburai Bhayangkara Presisi Lampung FC. Per teken MoU 22 April 2025 lalu. Berbuah, Stadion Pemuda PKOR Wayhalim Bandarlampung jadi salah satu stadion yang acap wara-wiri nongol di Vidio.com dan Indosiar.
Pun halnya, dukungan afirmatif gubernur latar pengusaha cum politisi nasionalis-religius ini, hingga sukses raya taja keagamaan internasional: Ijtima Ulama Dunia dan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 diikuti sedikitnya 575 ribu jemaah termasuk 8.500 jemaah 99 negara di dalamnya dan dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Agama Prof Dr KH Nasarudin Umar, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, di Kota Baru Bandar Negara, Desa Purwotani, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, 28–30 November 2025.
Sebagai ilustrasi pendukung, tercatat usai dalam hal ini Kota Bandarlampung sukses tuan rumah taja nasional konsolidasi tahunan 98 walikota se-Tanah Air: APEKSI Outlook 2025, serta lainnya Lampung juga tuan rumah yang baik, helat literasi nasional Festival Cerpen Indonesia (FCI) 2025 hadirkan peluncuran buku antologi di Balai Guru Penggerak Provinsi Lampung. Dua taja ini, Desember 2025.
Sebelumnya, medio Oktober 2025, Lampung tuan rumah Simposium dan Training Raya Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 2025, saat mana selain Gubernur Mirza menginjeksi "kalau agama dibenahi, maka ekonomi dan urusan lainnya akan berjalan baik", juga muncul insight soal konsepsi "green democracy" yang disuarakan senator, anggota DPD/MPR RI dapil Lampung Dr Bustami Zainudin dalam pidatonya mewakili Ketua DPD RI kala itu. Demokrasi yang berakar pada nilai-nilai luhur Pancasila, berbatang pada kelembagaan, dan berbuah kesejahteraan rakyat.
Lantas tahun ini Lampung nan notabene basis transmigrasi nasional pertama dan tertua republik era kolonisasi 1905, juga daerah dengan populasi etnis Bali terbanyak luar Bali di Indonesia; pun tuan rumah yang ramah, taja Mahasabha (Kongres Nasional) XIV Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) 2026 dihadiri Ketua MPR Ahmad Muzani, Gubernur Mirza, Rektor Unila Prof Lusy (Unila salah satu tuan rumah utama), dan satu-satunya kepala daerah latar etnis Bali di sini: Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, April 2026 lalu.
Serta baru saja, Lampung jua tuan rumah yang maksimalis, taja puncak perayaan HUT ke-54 Real Estat Indonesia (REI) 2026 lokus tiga titik (Bandarlampung, Pesawaran, Lampung Selatan) dihadiri seribuan anggota stelsel aktif asosiasi ini beserta keluarga yang datang dari 33 dari total 38 provinsi dan satu DPD Khusus Batam, pada 5-7 Mei lewat.
Mendatang, Lampung tuan rumah puncak Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) ke-41 dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV Tahun 2027 perlagakan sedikitnya 12 cabor/kategori (atletik, bridge, biliar, bulutangkis, catur, domino, e-sport, futsal, mini soccer, tenis lapangan, tenis meja, dan jurnalistik), pekan kedua April 2027.
Pun mendatang, usai tembus klasemen 10 besar nasional lantas diputuskan bersama forum Pekan Olahraga Nasional (Pornas) XVII Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (Korpri) 2025 di Palembang, Lampung tuan rumah pesta olahraga terbesar ASN NKRI ini: Pornas XVIII Korpri 2027.
Terakhir, rapat persiapan dan supervisi dipimpin Sekdaprov Lampung Dr Marindo Kurniawan, selain mantan atlet sofbol jua Ketua Dewan Pengurus Korpri Lampung bersama Ketua Umum PP Badan Pembina Olahraga (Bapor) Korpri Prof Dr Asrorun Ni’am Sholeh di kantor gubernur, 11 Mei lewat.
Belum lagi even skala nasional lainnya yang pernah memilih Lampung sebagai episentrum peristiwa. Senormal itu, pun kesempatan emas tiada terlewatkan, di setiap kesempatan pidato seremoni pembukaan atau pembicara kunci maupun penutupan, Gubernur Mirza jua tekun endorsement.
Mulai dari bentang kaya potensi dan banyaknya peluang, hingga fasilitasi dan asistensi daerah diberikan kepada sesiapapun tetamu yang belanjakan uangnya di Lampung, didukung pelbagai penampakan pemajuan daerah hasil kinerja positif Mirza-Jihan sejauh, dari kota hingga desa.
Pun di dalamnya misal selain raihan capaian demi capaian program hilirisasi industri komoditas pertanian unggulan sini, atau program Desaku Maju yang jua ditingkahi raihan penghargaan nasional maupun pengakuan profetik seperti dialami Tenaga Pendamping Pembangunan (TPP) Pemprov Lampung Bidang Teknologi Informasi dan Digitalisasi Desa, Davit Kurniawan.
Di mana Davit, Presiden BEM PT Darmajaya 2004–2005, per 2010 dikenal pegiat literasi digital, CEO Darmajaya Digital Solution (DJ Corp) unit bisnis Yayasan Alfian Husin, hijacktivist, aktivis penggerak pemberdaya kelembagaan dan digitalisasi desa ini sukses masuk nominator kategori Pejuang Internet Masuk Desa, taja penghargaan individu, komunitas, dan lembaga, para penghubung negeri yang berperan perkuat konektivitas digital Indonesia: Apresiasi Konektivitas Digital 2026 taja Detik.com bareng Bakti Komdigi Kementerian Komunikasi dan Digital, 17 April lalu.
Dari itu, dengan sembari membayangkan, kehadiran fisik orang nomor satu di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menkomdigi Meutia Hafid, Ketua Umum PWI Cak Munir dan Ketua Umum SIWO PWI beserta ketua dan jajaran PWI 38 Provinsi se-Indonesia ke Lampung, buka HPN ke-41 dan Porwanas XV/2027, pekan kedua April 2027 mendatang.
Sebelum fantasi jauh melambung membayangkan sukses raya Lampung menaja PON XVIII Lampung-Banten 2032.
Misal Inisiatif
Biar tak "tangeh" (tanggung), saya ajak pembaca juga turut membayangkan andai datang membanjir, ide kreatif atau "misal inisiatif" taja nasional bergetok tular terungkitnya industri wisata MICE, misal Pemprov Lampung gamit Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat yang notabene satu-satunya daerah di Lampung empunya kebun raya (Kebun Raya Liwa), serta menggaet Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pengampu pembina, gagas konsolidasi nasional pengelola kebun raya se-Indonesia.
Bisa saja, lantaran pertemuan nasional pengelola 43 Kebun Raya se-Indonesia mengancah fokus sinergi kolaborasi, peningkatan jejaring, optimalisasi pengelolaan kebun raya di berbagai ekoregion, penandatanganan kerja sama, sesi berbagi praktik baik, apresiasi penghargaan kebun raya terbaik, dan peluncuran buku perkembangan kebun raya binaan BRIN, terakhir baru dihelat di Jakarta 15-16 April 2026 lalu. Di Kebun Raya Liwa, Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Barat didukung BRIN gelar even penyelia: Temu Pendampingan seperti terakhir di Boyolali, Juni 2024.
Atau tempuhan "misal inisiatif" lainnya, Pemprov Lampung via Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengusulkan kepada dan bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan serta Kementerian Transmigrasi, Kementerian Ekonomi Kreatif, guna menaja temu raya nasional tematik pengelola museum se-Indonesia, di Lampung.
Diketahui, ada 481 museum milik atau kelolaan pemerintah maupun swasta se-Tanah Air, per Oktober 2025. Termasuk Museum Lampung di Rajabasa Bandarlampung, Museum Transmigrasi di Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran.
Perhelatan bisa didukung Disdikbud Kabupaten/Kota, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta menggamit komunitas masyarakat adat dan hukum adat (di Lampung sedikitnya terdapat 84 Marga Adat), serta Majelis Kesultanan Adat Nusantara (MKAN) dimana Raja Kerajaan Adat Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi Sekala Beghak, Yang Dipertuan Agung XXIII Paduka Yang Mulia Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Brigjenpol (Purn) Edward Syah Pernong, duduk Ketua Dewan Kehormatan.
Bilamana perlu, menggandeng dan mengundang partisipasi komunitas dunia mulai dari Pemerintah Kerajaan Belanda berikut Universitas Leiden (markas besar situs bersejarah Indonesia dipelajari masa ke masa); Pemerintah Negara Sahabat sebut saja Jepang, Portugal, Spanyol dan Inggris; Jerman, Australia dan Pemerintah Negara Anggota ASEAN.
Baik dengan menghadirkan pihak Kementerian Kebudayaan maupun via Kedutaan Besar masing-masing negara.
Bukan tidak mustahil jua bisa gaet peminatan komunitas atau lembaga pecinta, kolektor benda dan nonbenda antik, pusaka, maupun langka, bukan saja dari penjuru Tanah Air bahkan dari penjuru dunia. Tak lupa, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Guiness Book of Record, dan Kantor Perwakilan Badan Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) Indonesia pun patut diajak serta.
Opsi, ataupun peluang "misal inisiatif" lainnya dari jagat olahraga, dengan kepemilikan daya dukung yang berarti, Pemprov dan KONI Lampung dan Lampung Selatan juga bisa bahkan sangat memungkinkan untuk mengusulkan kepada dan bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, KONI Pusat, Mabes TNI Angkatan Laut melalui Lanal Teluk Ratai, serta Pemprov dan KONI Banten guna jajal peluang gelar even kejuaraan triathlon dunia. Sunda Strait World Triathlon Championships, misal.
Ingatan penulis, even skala nasional salah satu cabang olahraga (cabor) resmi Olimpiade, cabor ketahanan (endurance sports) gabungkan lomba cepat berurutan tanpa jeda tiga disiplin berbeda (termasuk transisi antar cabang olahraga) —dimulai dengan renang, bersepeda, diakhiri dengan lari— dengan mengakomodir seluruh kelas agar para triatlet berduyun ikut, dari kelas pemula misal Sprint (renang 750 meter, bersepeda 20 Km, dan lari 5 Km), hingga kelas cukup menantang misal Ironman (renang 3.8 Km, bersepeda 180 Km, dan lari 42 Km).
Dengan mengintip linimasa kejuaraan yang telah, tengah, dan akan dihelat kurun terakhir, yakni Kejurnas Triathlon Seri 3 2025 di Banjarbaru Kalimantan Selatan Juli 2025, ITB Jatiluhur International Triathlon 2025 pada Desember 2025, Trisport Series di Sentul, Bogor, Jawa Barat dan Ancol Jakarta 14-15 Februari 2026 lalu, Tribuddies Anniversary Triathlon di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta 9 Mei 2026 lewat, serta Sungailiat Triathlon 2026 (sekaligus Kejurnas) di Pantai Tanjung Pesona Sungailiat Pulau Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 15-17 Mei 2026 ini.
Sekadar membayangkan, sejumlah figur publik yang selain beberapa notabene "ulun" Lampung, juga bersama lainnya dikenal perenang andal, sebut mulai dari bos Bakrie Group generasi ketiga kini Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novandra Bakrie, anggota DPR/MPR RI dapil Lampung I per 1999 dan kini Presiden PKS Dr Al Muzzamil Yusuf, lalu putri Menko Pangan Zulkifli Hasan kini Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, hingga eks Menteri Kelautan Perikanan 2014–2029 pemilik tagline khas 'Tenggelamkan' Susi Pudjiastuti, serta eks cawapres 2019 dan Menparekraf 2019–2024 Dr Sandiaga Salahuddin Uno.
Gabung bareng selebritas Tanah Air dari aktris Sigi Wimala, aktor dan presenter finisher Bintan Triathlon 2018 silam Ibnu Jamil, aktris dan model Kelly Tandiono, Rania Putrisari, plus nama-nama seperti Andy Wibowo dan Inge Prasetyo. Ikutan ajang ini.
Lampung (sendiri maupun bersama-sama Banten), juga bisa kalender-kan ini semisal pada warsa 2027 mendatang. Misal, sebelum dihelatnya pesta olahraga eksponensial terbesar dan satu-satunya di republik ini, Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatra XII/2027 di Kepulauan Riau.
Belum lagi "mengoprek" dimungkinkan tidaknya breakdown dari kejuaraan dunia selancar ombak atau World Surfing Championships yang telah jadi kalender rutin Pemkab dan KONI Kabupaten Pesisir Barat dan mulai redupkan Bali.
Sebagai informasi, usai hadirnya daya dukung regulasi mulai dari Undang-Undang (UU) Nomor 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, UU Nomor 11/2022 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dengan penekanan penerapan trio aspek: sport achievement, sport tourism, sport industry; dan UU 18/2025 tentang Kepariwisataan yang merevolusi sektor pariwisata menjadi ekosistem berkualitas, inklusif, berkelanjutan, geser konsep industri menjadi ekosistem holistik berfokus pada pembangunan manusia, kebudayaan, dan memperkuat peran serta masyarakat lokal.
Teranyar, pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir —notabene jua "ulun" Lampung produk amalgamasi berdarah Lampung dari sang ayah dan Tionghoa-Sunda, Bali-Betawi dari sang ibu, baru usai pula menerbitkan Peraturan Menpora Nomor 9/2026 tentang Industri Olahraga. Beleid teknis yang turut disebut sejumlah pimpinan nasional induk organisasi cabor di Tanah Air: nan penting guna sorong pemajuan itu.
Pamungkas, demi menggotongroyong-kan ini, dan andai terjadi terwujud misal; tidak saja mendaratkan ulang capaian berikutnya: sukses raya Lampung menaja diri dan terus berikhtiar menaja diri menjadi destinasi wisata MICE andalan dan destinasi wisata olahraga pilihan, tetapi juga dalam terus mengenalkan mempopulerkan, mengenangkan Lampung dalam benak banyak kepala, jua dalam kalkulator digital banyak pelancong, hingga dalam "kalender destinasi wajib dikunjungi".
Dengan memedomani spirit pepatah Man Jadda Wajada: "siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil"
sebagaimana terkandung dalam Qur'an Surat Al-Ankabut ayat 69, sebab hanya Allah jualah Sang Maha Pasti Lagi Maha Mengetahui, maka ikhtiar Lampung (Mirza-Jihan di dalamnya) menaja diri agar dapat menjadi sebaik-baiknya sebentuk destinasi wisata minat khusus terkemuka. Di republik ini. Manifes alias pecah di kaki. Allah tidak tidur. (***)
*Pembaca Setia Teras Lampung

