Komisi IV DPRD Bandarlampunv Soroti Banyaknya Sekolah Dipimpin Plt, Disdikbud Dinilai Lamban Isi Jabatan Definitif
Teraslampung.com, Bandarlampung — Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung Asroni menyoroti masih banyaknya sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandarlampung yang dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah. Menurut dia, persoalan tersebut telah diingatkan kepada pemerintah daerah sejak awal 2025, namun hingga kini belum juga ditindaklanjuti secara optimal.
“Saya sudah ingatkan sejak awal tahun 2025, tapi sampai sekarang belum juga dieksekusi atau dilaksanakan,” kata Asroni kepada teraslampung.com, Kamis, 4 Juni 2026.
Politikus Partai Gerindra itu mengatakan penunjukan Plt kepala sekolah pada dasarnya merupakan langkah yang sah secara administratif untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan. Namun, kondisi tersebut tidak ideal jika berlangsung terlalu lama dan terjadi di banyak sekolah sekaligus.
Menurut Asroni, kepemimpinan sekolah yang hanya berstatus pelaksana tugas berpotensi memengaruhi efektivitas tata kelola sekolah. Dampaknya dapat dirasakan dalam proses pengambilan keputusan strategis, pelaksanaan program sekolah, hingga upaya peningkatan mutu pendidikan.
“Apabila jumlahnya terlalu banyak dan berlangsung dalam waktu yang lama, tentu dapat mempengaruhi efektivitas tata kelola sekolah, terutama dalam pengambilan keputusan strategis, pengelolaan program sekolah, serta peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.
Asroni menegaskan kepala sekolah memiliki peran sentral sebagai pemimpin pendidikan sekaligus penentu arah pengembangan sekolah. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Bandarlampung melalui Disdikbud segera mempercepat pengisian jabatan kepala sekolah definitif.
Ia menilai percepatan tersebut perlu dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku agar setiap sekolah memiliki kepastian kepemimpinan yang kuat dan berkelanjutan.
“Tentunya dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku, sehingga sekolah memiliki kepastian kepemimpinan yang kuat dan berkelanjutan,” kata Asroni.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Disdikbud Kota Bandarlampung terkait alasan masih banyaknya sekolah yang dipimpin pelaksana tugas kepala sekolah.
Dandy Ibrahim






