Forum Perupa Lampung Gelar Kemah Seni dan Pameran “Ruang dalam Garis”
Teraslampung.com, Bandarlampung — Dalam rangka memperingati Bulan Menggambar Nasional Mei 2026, Forum Perupa Lampung (FPL) menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Ruang dalam Garis” yang memadukan Kemah seni (art camp ) dan pameran seni rupa berbasis eksplorasi elemen garis.
Kurator kegiatan, David S.Sn., mengatakan tema tersebut berangkat dari upaya mengembalikan menggambar sebagai fondasi dalam praktik seni rupa.
“Garis sering dianggap sederhana, padahal ia memiliki kapasitas membangun struktur ruang secara langsung. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bagaimana tekanan, ritme, arah, dan ketebalan garis membentuk relasi visual yang kompleks,” ujar David di Bandarlampung, Kamis, 18 April 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan art camp yang digelar pada 16–17 Mei 2026 di kawasan wisata Sumur Putri, Teluk Betung Utara. Lokasi ini dipilih sebagai medium eksplorasi visual, di mana peserta akan menerjemahkan lanskap alam ke dalam bentuk abstraksi garis.
Selama dua hari, peserta mengikuti sesi pengamatan langsung (on the spot), latihan teknik variasi garis, serta diskusi mengenai struktur visual. Pendekatan yang digunakan tidak menitikberatkan pada kemiripan objek, melainkan pada pembacaan struktur melalui penyederhanaan elemen visual.
“Peserta juga diajak melihat negative space sebagai bagian aktif dari komposisi. Keseimbangan antara garis dan bidang kosong menjadi kunci dalam membangun karakter ruang dalam karya,” kata David.
Hasil eksplorasi dari art camp, bersama karya yang masuk melalui mekanisme open call, akan dipamerkan pada 20–24 Mei 2026 di Gedung Dewan Kesenian Lampung, PKOR Way Halim.
Pameran ini tidak hanya menampilkan karya akhir, tetapi juga proses kreatif seperti sketsa dan catatan refleksi.
Menurut David, pendekatan tersebut bertujuan membuka ruang pembacaan publik terhadap proses berpikir seniman. “Kami ingin pengunjung tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga memahami bagaimana sebuah karya terbentuk,” ujarnya.
FPL membuka partisipasi bagi seniman, mahasiswa, dan publik dengan biaya relatif terjangkau. Biaya art camp ditetapkan Rp50 ribu, sementara paket bundling art camp dan pameran sebesar Rp80 ribu. Peserta paket bundling dapat mengirimkan karya untuk diseleksi dalam pameran.
Registrasi open call ditutup pada 16 Mei 2026. Informasi teknis dan pendaftaran dapat diakses melalui media sosial resmi Forum Perupa Lampung.
Kegiatan ini turut didukung oleh Papajoe Art dan Lampung Namen Enko sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem seni rupa di daerah. Melalui tajuk “Indonesia Layak Menggambar”, FPL berharap kegiatan ini dapat mendorong praktik menggambar kontemporer sekaligus memperluas jejaring perupa di Lampung.
Christian Heru Saputro

