Bupatii Agung Respons Netizen terkait Rusaknya Stadion Sukung Kotabumi

Feaby/Teraslampung.com‎ ‎ Kotabumi–Bupati Agung Ilmu Mangkunegara merespon positif kritikan para Netizen (pengguna internet) yang menyoal kondisi memprihatinkan dari Stadion Sukung, Kotabumi, Lampung Utara. Orang nomor satu di Kabupaten yang...

Bupatii Agung Respons Netizen terkait Rusaknya Stadion Sukung Kotabumi

Feaby/Teraslampung.com‎

Kotabumi–Bupati Agung Ilmu Mangkunegara merespon positif kritikan para Netizen (pengguna internet) yang menyoal kondisi memprihatinkan dari Stadion Sukung, Kotabumi, Lampung Utara. Orang nomor satu di Kabupaten yang berjuluk Ragem Tunas Lampung ini berjanji akan memperbaiki kondisi Stadion Sukung secara bertahap.

‎'(Perbaikannya akan dilakukan) bertahap. Kita sedang usaha untuk itu,” tegas Bupati usai mengunjungi Rumah Sakit Umum Ryacudu, Kotabumi, Selasa (1/3) pagi.

Berbagai upaya perbaikan itu, menurut suami Endah Kartika Prajawati ini, dengan cara menyiapkan anggaran perbaikan untuk mengatasi kerusakan – kerusakan Stadion yang masih bisa ditanggulangi menggunakan anggaran daerah. Sementara, untuk kerusakan ‎yang parah atau kerusakan yang akan menelan biaya besar untuk perbaikannya, pihaknya telah meminta bantuan dari pemerintah pusat.

‘Untuk perbaikan kerusakan yang cukup vital seperti tribun penonton dan lainnya, kita akan menggunakan dana yang sudah dialokasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (sembari menunggu kemungkinan bantuan perbaikan Stadion dari pusat),’ paparnya.

Para Netizen (warga internet) menumpahkan kekesalannya melihat kondisi Stadion Sukung yang semakin hari semakin parah kerusakannya melalui grup Facebook ‘Kota Bumi Lampung Utara’. Mereka dengan terang – terangan menyesalkan sikap Pemkab yang seolah acuh dengan Stadion Sukung sehingga berujung menyedihkan seperti saat ini.

Akun Facebook dengan nama Apri Rahmat Viul misalnya. Ia mengaku miris dengan kondisi Stadion Sukung karena menurutnya hanya Stadion itu yang tersisa sebagai kebanggaan warga Lampung Utara. Sayangnya, kondisinya kini sangat memprihatinkan.

‘Sedih… Ntah apa lg yg mau di banggain dari kotabumi ini. Way rarem, way tebabeng, wono marto, semuanya dah lenyap.. Skrg stadion pun dibiarin gt aja. Seharusnya pemerintah sadar, kotabumi ini gk ada yg diandalin dr hasil bumi, kekayaan alam, dan budayanya. Ya setidak2 nya pemerintah inspiratif lah, brdayakan wisatanya. Karena itu bisa menunjang daya mmingat maghnet yg besar bagi turis, investor untuk masuk ke kotabumi. Dan itulqh cikal bakal kemajuan dan kesejahteraan masarakat lampura.
Contoh lah bali. Hasil bumi gak ada, kekayaan alam minim. Tp pemeribtahnya cerdas, mereka proaktif memasarkan pariwisata dan budaya. Makanya banyak turis masuk, dan terbuka lah banyak lapangan usaha untk masyarakat. Income daerah meningkat, masyarakat pun sejahtera. Sory ya pak pemerintah.. Bukan nya ngajarin.. Krn kami yakin kalian lebih pintar. Kan sering study banding.. Banyak lah pasti ilmu yg di dapat,’ tul‎is dia.