Tahun 2026, Angka Stunting di Kecamatan Sungkajaya-Lampung Utara Meningkat Tajam

Tahun 2026, Angka Stunting di Kecamatan Sungkajaya-Lampung Utara Meningkat Tajam

Teraslampung.com, Sungkaijaya--Jumlah anak-anak yang terkena stunting (gangguan pertumbuhan) meningkat tajam di Kecamatan Sungkaijaya, Lampung Utara pada tahun 2026 ini. Totalnya saat ini telah mencapai 37 anak.

"Tahun 2025, jumlahnya 10 orang. Tahun ini, jumlahnya 37 orang," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Puskemas Sungkaijaya, Ria Apkonita, Rabu (6/5/2026).

Peningkatan ini dikarenakan berbagai faktor. Di antaranya dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat terkait stunting dan keterbatasan anggaran. Padahal, penanganan atau pencegahan stunting harus dilakukan sedini mungkin dan secara berkelanjutan. Tanpa itu, upayanya tak akan maksimal.

"Banyak orang tua yang anaknya terkena stunting tidak rutin ke rumah sakit," terangnya.

Jika saja rutin, anak-anak yang terkena stunting akan mendapat pemeriksaan secara detil oleh dokter spesialis anak. Pemeriksaan ini untuk memastikan seberapa jauh perkembangan yang twlah mereka lakukan.

"Di sana, mereka juga diberi susu khusus yang tiap pemeriksaannya terus bertambah pemberian susunya," jelas dia.

Ia mengatakan, kasus stunting terjadi di seluruh desa yang ada di Sungkaijaya. Desa Cempaka menempati urutan pertama dengan 15 kasus. Di urutan kedua, ada Desa Cahayamakmur dengan 5 kasus. Urutan ketiga ditempati oleh Desa Cempaka Timur, Negaraagung, dan Lepang Tengah dengan masing-masing tiga kasus.

"Untuk membawa anak-anak ke rumah sakit, kami tidak ada dananya," katanya.

Di tempat sama, Camat Sungkaijaya, Hamami Fahrial Mega menuturkan, penanganan stunting menjadi fokus utama pihaknya saat ini. Inilah mengapa pihaknya melakukan rembuk stunting hari ini. Harapannya agar didapat solusi jitu untuk menekan angka stunting tersebut.

"Salah satu solusi yang didapatnadalah pemerintah dapat mengalokasikan anggaran penanganan stunting di desanya masing-masing," terang dia.

Feaby Handana