Fraksi Golkar DPRD Lampura: Demi Stabilitas Keuangan,  Pinjaman Daerah Sebaiknya  Rp80 M

Fraksi Golkar DPRD Lampura: Demi Stabilitas Keuangan,  Pinjaman Daerah Sebaiknya  Rp80 M

Teraslampung.com, Kotabumi--Fraksi Partai Golkar Lampung Utara menilai pinjaman daerah Rp150 sangat berpotensi mengganggu stabilitas keuangan daerah di masa mendatang. Menurut mereka, yang lebih rasional, hendaknya pinjaman hanya berada di angka Rp80 miliar saja.

"Rp150 miliar itu berpotensi mengganggu stabilitas keuangan," kata Ketua Partai Golkar Lampung Utara, Arnando Ferdiansyah, Kamis (21/5/2026).

Ia menuturkan, angka pinjaman yang aman hendaknya berada di angka Rp80 miliar. Tidak lebih. Jika memang masih dirasa kurang, pemkab dapat memaksimalkan pendapatan asli daerah dan dana bagi hasil serta efisiensi anggaran lainnya.

"Kami tidak menolak pinjaman. Hanya besarannya saja yang kami tidak sependapat," terangnya.

Selain menyoal besaran pinjaman, pihaknya juga menyoal kurangnya transparansi dari pihak eksekutif terkait mekanisme pinjaman, alasan perlunya pinjaman, dan alasan penetapan ke-17 jalan yang telah dipilih untuk dibiaya menggunakan dana pinjaman itu.

"Eksekutif juga belum jelaskan secara rinci kondisi fiskal dan mekanisme pengembalian utang itu," terang dia.

Meskipun nantinya pinjaman tersebut terealisasi sebesar Rp150 miliar, setidaknya pihaknya telah memberi saran yang terbaik bagi pihak eksekutif. Meski begitu, pihaknya akan memaksimalkan fungsi pengawasan terkait pekerjaan yang bersumber dari pinjaman PT SMI. 

"Apakah sudah ditandatangani persetujuan oleh pimpinan DPRD, silakan konfirmasi ke pimpinan ya," katanya.

Sebelumnya, untuk memperbaiki kualitas infrastruktur, Pemkab Lampung Utara berencana meminjam uang sebesar Rp150 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Saat ini prosesnya masih berjalan. Belum ada persetujuan yang disampaikan dalam sidang paripurna terkait pinjaman tersebut. 

Selama satu dekade terakhir ini, pemkab telah dua kali ngutang untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Pertama, pinjaman sebesar Rp90 miliar kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) sekitar tahun 2017-an. Terakhir, pinjaman sebsar Rp112 miliar kepada PT SMI pada tahun 2019-an.

Feaby Handana