Beri Peringatan I kepada Presiden Jokowi, BEM Seluruh Indonesia Gelar Aksi Serentak
Koordinator Pusat BEM SI Ahmad Khairudin Syam menghadiri Konferensi Pers terkait Blok Mahakam di Press Room : Kantor DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2015. (Foto|: Ist/BEM Universitas Lampumg). BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com —...
| Koordinator Pusat BEM SI Ahmad Khairudin Syam menghadiri Konferensi Pers terkait Blok Mahakam di Press Room : Kantor DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2015. (Foto|: Ist/BEM Universitas Lampumg). |
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) tidak main-main dalam memberikan peringatan kepada Presiden Joko Widodo terkait karut-marut negeri ini dalam beberapa bulan terakhir.
Menyikapi keadaan tersebut, BEM Seluru Indonesia menggelar aksi serentak dalam sepekan ini untuk i menyikapi kepemimpinan Jokowi-JK yang dianggap tidak becus mengurus Indonesia.
“Dalam rentang waktu 15-21 Maret 2015, beberapa BEM Universitas di Indonesia melakukan aksi dengan memberikan SP1 (Surat Peringatan Pertama) dan rapor merah kepada kepemimpinan Jokowi-JK,” kata Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia yang juga Presiden BEM Universitas Lampung, Ahmad Khairudin Syam, Selasa malam, (17/3/2015).
Menurut Ahmad, aksi yang telah terlaksana di antaranya: BEM ITS Semarang dan BEM SI wilayah Jawa Barat pada 15 Maret 2015. Pada 16 Maret 2015, BEM Universitas Brawijaya dan BEM KM IPB juga melakukan aksi di jalan menyerukan ultimatum kepemimpinan Presiden RI saat ini. Sedangkan hari ini, 17 Maret 2015 BEM Universitas Riau telah melakukan aksi di sekitar Kampus Universitas Riau.
Ahmad mengatakan, aksi serentak mahasiswa aliansi BEM SI ini menuntut Jokowi-JK untuk: pertama, menurunkan harga bahan-bahan pokok masyarakat. Keddua, msntabilkan ekonomi rakyat. Ketiga, mengakuisisi 100% aset Blok Mahakam. Keempat, melakukan enegosiasi terharap bagi hasil pertambangan PT Freeport. Kelima, menyelesaikan semua kasus korupsi dan membersihkan koruptor dari Indonesia.
“Aliansi BEM SI akan fokus untuk mengawal isu tentang energi, terutama Blok Mahakam dan Free Port. Februari lalu BEM SI Wilayah Jabodetabek juga menggelar aksi di depan Istana Negara di Jalan Merdeka menuntut nasionalisasi aset dengan mengembalikan 100% Aset Blok mahakam,” kata Ahmad.
Ahmad menyampaikan, pemerintah Indonesia belum menetapkan secara resmi status pengelolaan Blok Mahakam. Menurut Ketua “Petisi Blok Mahakam untuk Rakyat” Marwan Batubara, kontrak terkait hal ini akan berakhir 31 Maret 2017 mendatang, dan Pemerintah pernah berjanji membuat keputusan Februari 2015 ini.
Presiden Mahasiswa BEM Universitas Lampung ini bersama Menteri Luar Negeri BEM Universitas Lampung juga mengikuti diskusi di Press Room DPR RI di Senayan, Selasa, 17 Maret 2015 yang membahas terkait saham Blok Mahakam.
Dalam diskusi tersebut, Marwan mengatakan, pemerintah sudah berjanji akan menyerahkan 100% Blok Mahakam pada Pertamina. Namun janji itu belum terealisasi dan kini tersebar kabar bahwa komposisi kepemilikan saham Blok Mahakam sejak 01 April 2015, (yaitu,-red) Pertamina 51%, Total 30% dan daerah 20%.
Marwan menjelaskan lebih lanjut, ada oknum partai, penguasa dan pengusaha berperilaku sebagai “begal” yang terlibat dalam pengambilan keputusan terkait kontrak Blok Mahakam. Karena itu, petisi ini meminta pemerintah untuk menerbitkan penyerahan 100% saham Blok Mahakam pada Pertamina tanpa mengikutsertakan Total dan Inpex. Selain itu, pihaknya meminta KPK memantau langkah yang diambil pemerintah dalam proses menuju penetapan status kontrak dan pemilikan saham Blok Mahakam.
Ahmad menyampaikan, mahasiswa Indonesia tidak akan diam saja melihat nasib bangsa Indonesia dalam keadaan darurat seperti saat ini. Oleh karena itu, aksi-aksi BEM SI akan terus dilakukan demi perbaikan bangsa. Aksi BEM SI mendatang adalah:
Pada Jumat, 20 Maret 2015, BEM Universitas Indonesia akan melakukan Aksi di sekitar Kampus UI Salemba.
Jumat, 20 Maret 2015, BEM Universitas Lampung akan melakukan Aksi di Jalan By Pass Depan Kampus Universitas Lampungdan aksi lanjutan pada 25 Maret 2015 bersama seluruh elemen masyarakat Lampung dan Aliansi BEM Lampung (ABL).
Jumat, 20 Maret 2015, Universitas Jenderal Soedirman akan melaksanakan Aksi di depan Kantor DPRD Banyumas, Jawa Tengah.
Pada Jumat, 20 Maret 2015, UIN Suska Riau akan melaksanakan Aksi di depan Gedung DPRD Riau.
“Jika Presiden RI tidak segera menyikapi permasalahan ini, BEM SI akan menuntut Jokowi-JK untuk turun dari singgasana kepresidenan karena tidak becus mengurus negeri,” tandas Ahmad.





