Kemacetan Panjang Truk Angkutan Logistik di Pelabuhan Bakauheni, Menhub Mengklaim Semuanya Tertib dan Lancar

Kemacetan Panjang Truk Angkutan Logistik di Pelabuhan Bakauheni, Menhub Mengklaim Semuanya Tertib dan Lancar

TERASLAMPUNG.COM, Bakauheni -- Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengklaim arus lalu lintas kendaraan muatan selama periode arus balik Lebaran 2026 di wilayah Provinsi Lampung berjalan lancar dan terkendali.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, saat meninjau arus balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni, Jumat (27/3/2026) malam.

Dudy mengatakan, kelancaran tersebut, tidak terlepas dari adanya penerapan skema pengaturan lalu lintas yang telah disepakati melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).

Dalam kebijakan itu, ia mengklaim  kendaraan logistik telah diatur dan dibagi ke pelabuhan alternatif agar tidak menumpuk di satu lokasi (Pelabuhan Bakauheni).

“Sudah ada SKB-nya. Kamj atur dan kami bagi supaya semuanya tertib dan lancar,” ujarnya. 

Menurutnya, kendaraan kecil yang mengangkut logistik seperti buah, sayur dan komoditas lainnya tetap difasilitasi untuk menyeberang melalui pelabuhan di sekitar Bakauheni seperti BBJ Muara Pilu, Wika Beton, dan Sumur Makmur Abadi (SMA).

“Untuk kendaraan kecil pengangkut bahan seperti buah-buahan itu sudah diberikan pelabuhan alternatif, dan mereka bisa diangkut dengan baik,”kata dia.

Menhub mengaatakan, para pengemudi angkutan logistik tersebut pada dasarnya sudah memahami adanya pengaturan. Sebab, kebijakan ini telah diberlakukan sejak awal masa angkutan Lebaran tahun ini, dan seperti tahun-tahun sebelumnya. 

“Lebaran ini kan sudah berlangsung cukup lama, jadi mereka sebenarnya sudah tahu itu. Hanya saja, kadang ada kondisi tertentu yang membuat mereka ingin menyesuaikan,”pungkasnya.

Antrean Truk Muatan Logistik Warnai Kemacetan Panjang di Bakauheni

Klaim Menhub Dudy itu, berbanding terbalik dengan situasi yang sempat terjadi kemacetan ratusan kendaraan truk pengangkut kebutuhan pokok, buah, dan sayuran terjebak antrean panjang hingga lebih dari 10 jam mewarnai arus balik Lebaran 2026 di wilayah Bakauheni, Lampung Selatan. 

Kemacetan itu mulai terjadi pada Rabu (25/3/2026) malam sekitar pukul 11.30 WIB dan terpusat di akses menuju Pelabuhan alternatif BBJ Muara Pilu dan Pelabuhan Sumur Makmur Abadi (SMA).

Panjang antrean kendaraan truk muatan logistik ini, hingga mengular ke ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) sepanjang 3 kilometer lebih.

Akibat kondisi itu, sejumlah kendaraan muatan buah-buahan dan sayuran, mulai mengalami pembusukan. Para sopir dan pemilik barang mengaku merasa kecewa lantaran alami kerugian ditaksir hingga mencapai ratusan juta bahkan miliar rupiah.

Tidak hanya menyebabkan kemacetan, situasi arus lalu lintas di Jalintim juga sempat semakin semrawut, dan banyak kendaraan yang melintas terpaksa harus melawan arus di wilayah Desa Sumur, Kecamatan Ketapang. Sehingga, memperparah kondisi lalu lintas.

Menurut keterangan para sopir yang kendaraannya tertahan antrean ketika akan menyeberang ke Pulau Jawa, kemacetan dipicu oleh kebijakan yang mengharuskan seluruh truk logistik melakukan scaning (pemindaian) tiket di Pelabuhan BBJ sebelum diarahkan ke Pelabuhan Sumur Makmur Abadi.

Kemacetan panjang dan tertahannya ratusan truk logistik di Pelabuhan SMA itu bisa terurai, pada Kamis (26/3) siang sekira pukul 12.39 WIB setelah semua kendaraan dialihkan ke Pelabuhan Wika Beton dengan dioperasikannya dua kapal tambahan.

Antrean panjang kendaraan truk tersebut kembali terjadi pada malam hari hingga Jumat (27/3/2026) pagi jelang subuh. Bahkan antrean itu, mengular ke ruas Jalintim sepanjang 5 kilometer lebih hingga menuju pintu masuk Menara Siger dan hampir mendekati ke ruas Jalinsum.

Zainal Asikin