Serapan Jampersal 2021 Hampir 100 Persen, Kematian Ibu Hamil Lampura Malah Meningkat

Feaby|Teraslampung.com Kotabumi–Meskipun serapan anggaran Jaminan Persalinan Lampung Utara tahun 2021 hampir seratus persen, namun ternyata angka kematian ibu hamilnya malah cenderung meningkat. ‎Padahal, anggaran Jampersal yang diterima oleh L...

Serapan Jampersal 2021 Hampir 100 Persen, Kematian Ibu Hamil Lampura Malah Meningkat

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Meskipun serapan anggaran Jaminan Persalinan Lampung Utara tahun 2021 hampir seratus persen, namun ternyata angka kematian ibu hamilnya malah cenderung meningkat. ‎Padahal, anggaran Jampersal yang diterima oleh Lampung Utara pada tahun 2021 silam mencapai Rp2,6 miliar.

“Berdasarkan capaian kinerja tahun 2021, angka kematian ibu meningkat. Kematian ibu akibat persalinan,” jelas Ketua Panitia Khusus DPRD Lampung Utara tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan Bupati Lampura tahun 2021, Tabrani Rajab saat melaporkan hasil pembahasan LKPj dalam sidang paripurna DPRD, Senin (13/6/2022).

Kematian ibu itu tidak melulu disebabkan oleh faktor kesehatan ibu sendiri melainkan turut dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal lainnya. Sejumlah satu faktor itu di antaranya ketersediaan infrastruktur kesehatan yang memadai dan rendahnya kesadaran keluarga untuk meminta bantuan tenaga medis.

Kondisi ini kian diperparah dengan tidak adanya solusi cepat dari Pemkab Lampung Utara untuk mengatasi hal tersebut. Itu dibuktikan dengan meningkatnya jumlah ibu hamil yang meninggal dunia pada tahun 2021 silam.‎

‎”Untuk itu, DPRD Lampung Utara merekomendasikan pada pihak eksekutif agar segera mengatasi persoalan ini di masa mendatang,” tegas politisi asal PKB ini dengan lantang.

‎Sebelumnya pada awal Januari 2022 lalu, Dinas Kesehatan Lampura mengklaim  serapan anggaran Jaminan ‎Persalinan Lampung Utara tahun 2021 sebesar Rp2,6 miliar nyaris mencapai seratus persen.

“Tahun 2021 lalu, serapan anggaran Jampersal hampir 100 persen,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Lampung Utara, Titin Eka Sugiartini kala itu.

Ia mengakui  serapan anggaran Jampersal tahun 2021 lalu terbilang tinggi jika dibandingkan dengan serapan pada tahun 2020 silam. Peningkatan serapan anggaran itu diperkirakannya karena sejumlah terobosan yang mereka buat. Terobosan – terobosan itu di antaranya menjalin kerja sama rumah sakit baik di dalam maupun di luar Lampung Utara.

Untuk Lampung Utara, mereka menjalin kerja sama RSU H.M.Ryacudu, RS Handayani, RS Insan Medika, Candimas Medical Center. Kemudian, untuk RS di luar daerah, mereka bekerja sama dengan RS Haji Karmino di Baradatu, Way Kanan, dan RS Abdul Moeloek d Bandarlampung.

“Selain itu, ada juga sosialisasi yang kami lakukan terkait program Jampersal,” jelasnya.