Ratusan Juta Dana Bantuan Bencana Alam Lampung Utara Dikabarkan Bermasalah
Teraslampung.com, Kotabumi--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara sedang dilanda isu tidak sedap. Sebab, ratusan juta dana bantuan bencana alam yang mereka salurkan pada tahun 2024 dikabarkan bermasalah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan dana bantuan ini menjadi salah satu yang disorot oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Lampung. Pihak inspektorat juga dikabarkan sedang menindaklanjuti persoalan tersebut.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lampung Utara, Herwan tidak membantah bahwa dana bantuan tersebut sedang bermasalah. Bahkan, dana itu disebutnya telah menjadi temuan BPK.
Meski begitu, ia mengatakan, permasalahan yang terjadi bukan dikarenakan penerima bantuan itu fiktif atau adanya pemberian cashback (pengembalian uang) kepada BPBD melainkan karena persoalan administrasi. Banyak dari penerima belum melengkapi surat pertanggungjawaban (SPj) bantuan yang diterima.
"Jadi, bukan karena fiktif atau cashback, " kelitnya, Kamis (9/4/2026).
Adapun total dana bantuan yang disalurkan oleh mereka pada tahun ini mencapai 507 juta. Dana sebesar itu dibagikan kepada 64 penerima. Besaran yang diterima bervariasi. Tergantung tingkat kerusakan rumah penerima. Mulai dari Rp7,5 juta hingga Rp15 juta. Dananya berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT)
Rinciannya, 59 orang menerima Rp7,5 juta per orang karena tingkat kerusakannya ringan. Kemudian, Rp10 juta per orang diberikan kepada dua penerima (rusak sedang). Terakhir, untuk rusak berat sebesar Rp15 juta per orang, penerimanya berjumlah tiga orang.
Dana itu dikirimkan langsung ke rekening para penerima. Kala itu, penyaluran secara simboliknya dilakukan oleh Penjabat Sementara Bupati Aswarodi pada pekan pertama September 2024.
Ia menuturkan, pihaknya saat ini sedang mendorong para penerima untuk secepatnya melengkapi SPj-SPj yang belum lengkap. Nantinya, SPj itu akan disampaikan kepada pihak Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) atau inspektorat.
Menariknya, meski berapi-api menyebut permasalahan ini murni karena soal SPj, namun Herwan tak mau memberikan berapa total rincian penerima dana yang bermasalah tersebut. Pesan Whatsapp yang dikirimkan hanya bercentang biru saja.
Feaby Handana

