Sehari-hari Jadi Penjual Obat Herbal, Terduga Teroris di Bandarlampung Dikenal Tertutup
Zainal Asikin|Teraslampung.com BANDARLAMPUNG — Ledakan yang terjadi di rumah yang ditempati tersangka terduga teroris, Mustofa Zailani alias Abi Mus (52), bersama istri keduanya dan empat orang anaknya di Jalan Bung Tomo Lingkungan II, Keluraha...
Zainal Asikin|Teraslampung.com
BANDARLAMPUNG — Ledakan yang terjadi di rumah yang ditempati tersangka terduga teroris, Mustofa Zailani alias Abi Mus (52), bersama istri keduanya dan empat orang anaknya di Jalan Bung Tomo Lingkungan II, Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Barat, Minggu (24/9/2017) siang kemarin. Warga mengenal Mustofa sebagai penjual jamu herbal keliling namun orangnya tertutup.
Sarwani (62), mantan Ketua RT 7 di Lingkungan II, Kelurahan Gedong Air saat ditemui teraslampung.com di rumahnya mengatakan, Mustofa yang tinggal di lingkungkannya sejak tahun 2012 silam orangnya tertutup dan jarang bergaul dengan warga.
Menurutnya, saat baru tiga bulan tinggal, Mustofa yang saat itu menjadi warga baru tinggal di lingkungannya, Mustofa tidak mau datang melapor kepada dirinya yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua RT.
“Saat saya masih menjabat ketua RT, dia (Mustofa) tidak lapor dan orangnya juga tertutup. Mus tinggal di rumah itu, sama istri kedua dan empat orang anaknya. Kalau kesehariannya kata warga, selain dakwah Mustofa keliling jual obat herbal,”ujarnya, Senin (25/9/2017) malam.
Menurut Sarwani, sebelum Mustofa tinggal di wilayah Kelurahan Gedong Air, dia (Mustofa) berasal dari Kota Karang. Rumah yang ditempati Mustofa dan istri kedua serta anaknya di Jalan Bung Utomo ini, adalah rumah Abdul Hakim, kakak kandung Mustofa.
“Karena Mustofa ini orangnya tertutup dan tidak melapor selama tinggal, saya pernah melaporkannya ke petugas Babinkamtibmas setempat,”ungkapnya.
Dikatakannya, selain dirinya, warga juga merasa aneh dengan kehidupan keseharian Mustofa bersama istri dan anaknya tersebut. Pasalnya, Mustofa yang sering dakwah dan dipanggil ustaz justru orangnya tertutup dan tidak bergaul atau membaur dengan warga disekitar lingkungannya tinggal.
Hal senada juga dikatakan oleh warga bernama Eka. Menurut Eka, tidak hanya Mustofa yang jarang bergaul. Menurut Eka, istri muda Mustofa bernama Aulia Suryani yang biasa disapa Umi Bercadar juga kurang bergaul.
“Ia lebih sering berada di dalam rumah, sehingga warga sekitar juga tidak begitu mengenal dekat mengenai kesehariannya keluarga mereka. Warga menyebut istri Mustofa dengan sebutan Umi Bercadar. Karena sering pakai cadar, warga menyebutnya Umi cadar. Tau nama aslinya Umi, setelah adanya kejadian ledakan itu,”ucapnya.
Menurutnya, kalau Mustofa tersebut, sering ceramah di Masjid di lingkungan sini, dan dia juga dipanggil pak ustadz. Selain ceramah, Mustofa juga dagang obat herbal keliling. Diakuinya, Mustofa dan istrinya memang jarang bergaul di lingkungan layaknya seperti warga lainnya.
“Kami taunya pak Mustofa ini, ya pak sutadz karena sering ceramah di masjid. Usahanya dagang, jual obat herbal keliling,”ungkapnya.
Dikatakannya, ia dan warga lainnya tidak menyangka Mustofa menyimpan bahan peledak di rumahnya. Apalagi saat ini Mustofa ditahan polisi sebagai tersangka terduga teroris lagi.



