Asisten III Pemkab Lampura Sayangkan Pejabat Tiba-Tiba Pergi Saat Syaiful Dermawan Datang di Acara PMII
Feaby/Teraslampung.com Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Lampung, Syaiful Dermawan (ketiga dari kanan) menyaksikan prosesi pemotongan tumpeng dalam peringatan Harlah ke-56 PMII cabang Kotabumi, Sabtu malam (30/4). Saat Syaaiful datang,...
Feaby/Teraslampung.com
Kotabumi--Asisten III Sekretaris Kabupaten Lampung Utara, Efrizal Arsyad,menyayangkan sikap keempat pejabat Pemkab yang “pergi” dari sebuah acara tak lama setelah kehadiran Syaiful Dermawan, sosok yang digadang akan menjadi calon pesaing tangguh Bupati petahana dalam Pemilukada (Pemiluhan Umum Kepala Daerah) 2018.
Keempat pejabat Pemkab yang dimaksud ialah Asisten II Sekretaris Kabupaten, Fahrizal Ismail, Kepala Dinas Tata Kota, Murni Rizal, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Firmansyah, serta Kepala Dinas Pengelolaan Pasar, Syahrudin Putra.
Mereka secara berbarengan pergi meninggalkan kegiatan tersebut tak lama usai Fahrizal Ismail menyampaikan sambutan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara dalam peringatan hari lahir (Harlah) ke-56 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia cabang Kotabumi, Lampung Utara yang digelar di Taman Olahraga dan Seni (TOS), Kotabumi, Sabtu malam (30/4).
Saat mereka pergi, kegiatan ini sendiri secara resmi baru dibuka oleh Fahrizal usai membacakan sambutan Bupati. Kuat dugaan, “kaburnya” keempat pejabat Pemkab ini berkaitan erat dengan kehadiran Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Lampung, Syaiful Dermawan yang digadang – gadang akan turut mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Bupati Lampung Utara 2018. Mereka sepertinya merasa sedikit “kikuk” dengan kehadiran mantan kolega mereka dalam acara tersebut.
“Harusnya biasa – biasa ajalah. Inikan masalah cucukan (pilihan,red) saja,” kata Efrizal, di kantor Pemkab, Senin (2/5).
Menurut penilaiannya, apa yang dilakukan oleh keempat koleganya ini merupakan bukti nyata dampak dari Pemilukada langsung yang kerap membuat hubungan persahabatan menjadi tak harmonis. Bahkan, tak jarang Pemilukada ini merusak tali persaudaraan antar keluarga.
”Inilah akibat Pilkada, (yang tak jarang) merusak hubungan persaudaraan maupun sahabat. Padahal, yang namanya demokrasi itu kan masalah cucukan (pilihan,red),” paparnya.



