Mendikbud Ajak Masyarakat Melaporkan Akses Jalan Rusak Menuju Sekolah
Mendikbud Anies Baswedan , Selasa (17/3) meninjau lokasi jembatan gantung yang putus dan membuat para siswa SDN 1 Pajagan, Kecamatan Sajira, Lebak, Banten terjatuh ke Sungai Cibeurang, beberapa hari lalu. LEBAK, Teraslampung.com–...
| Mendikbud Anies Baswedan , Selasa (17/3) meninjau lokasi jembatan gantung yang putus dan membuat para siswa SDN 1 Pajagan, Kecamatan Sajira, Lebak, Banten terjatuh ke Sungai Cibeurang, beberapa hari lalu. |
LEBAK, Teraslampung.com–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memberikan perhatian terhadap musibah jatuhnya para siswa SDN 1 Pajagan, Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, Banten, akibat putusnya jembatan gantung di Sungai Cibeurang yang mereka lalui, beberapa waktu lalu.
Terkait hal itu, Mendikbud Anies Baswedan mengajak seluruh masyarakat untuk melaporkan akses jalan ataupun jembatan rusak dan berbahaya menuju sekolah.
“Kita ingin agar tidak ada lagi korban akibat putusnya jembatan penghubung antardesa. Mari kita bersama-sama kita laporkan akses rusak menuju sekolah ke laman sahabat.kemdikbud.go.id,” ajak Mendikbud, saat meninjau lokasi putusnya jembatan Sungai Cibeurang, Selasa (17/3).
Mendikbud mengatakan, pihaknya melalui operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) akan memberikan instruksi kepada kepala sekolah seluruh Indonesia untuk dapat melaporkan lintasan-lintasan kritis akses menuju sekolah.
“Jika ada laporan, kami akan segera membicarakannya dengan pihak Kementerian PU dan Perumahan Rakyat untuk penanganan akses jalan atau jembatan tersebut. Kami akan bekerja bersama-sama untuk bereskan ini. Kemendikbud akan suplai data, dan hasil pemantauan dari pengaduan,” kata dia,.
Mendikbud menegaskan, yang diperlukan saat ini adalah langsung bersikap, bertindak, dan siap jalan. Berbagai permasalah rusaknya akses menuju sekolah harus segera ditangani dengan cara yang cepat.
“Saya sudah bicara dengan Menteri PU dan Perumahan Rakyat. Masalah memperbaiki akses rusak tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama. Untuk itu mari kita pantau bersama akses rusak menuju sekolah, karena tidak akan sebanding jika sudah terjadi kecelakaan,” ungkap Mendikbud.





