H-3 Lebaran, Pemudik Pejalan Kaki dari Pulau Jawa Membeludak di Pelabuhan Bakauheni
TERASLAMPUNG.COM, Bakauheni --Memasuki puncak arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026, pemudik pejalan kaki dari Pulau Jawa membeludak di Pelabuhan Bakauheni. Kepadatan pemudik ini, terjadi pada Rabu (18/3/2026) pagi hingga siang.
Pantauan teraslampung.com, pemudik pejalan kaki dari berbagai wilayah di Pulau Jawa tiba di Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 10.30 WIB, lalu kepadatan pemudik ini kembali terjadi pada pukul 13.00 WIB.
Para pemudik pejalan kaki asal Pulau Jawa ini, turun dari kapal KMP Portlink dan KMP Virgo 18 setelah berlayar dari Pelabuhan Merak, Banten dan Sandar di dermaga 7 dan 1 eksekutif, dan kapal KMP Munic 9 yang sandar di dermaga 2 reguler Pelabuhan Bakauheni.
Para pemudik datang secara rombongan bersama keluarga, kerabat, maupun teman satu kerjaan dan ada juga yang sendirian.
Di lorong dermaga terpantau penuh dengan pemudik pejalan kaki asal Pulau Jawa yang baru tiba di Pelabuhan Bakauheni. Mereka membawa sejumlah barang bawaan yang identik perjalanan mudik seperti koper, tas ransel, serta dus karton.
Para pemudik berjalan di lorong pelabuhan langsung menuju Terminal Bakauheni untuk melanjutkan perjalan ke kampung halaman mereka masing-masing di berbagai wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.
Meski terjadi kepadatan pemudik pejalan kaki asal Pulau Jawa pada puncak arus mudik ini, namun masih terpantau lancar di Pelabuhan Bakauheni.
Sebaliknya, pemudik pejalan kaki dari Sumatera menuju ke Pulau Jawa, juga terpantau mulai adanya peningkatan pada H-3 Lebaran memasuki puncak arus mudik Lebaran 2026. Sementara kendaraan roda empat dan roda dua, masih terpantau landai.
Maryati (48), seorang pemudik pejalan kaki dari Solo bersama suami dan tiga anaknya yang akan mudik ke rumah orangtunya di daerah Gisting, Kabupaten Tanggamus, mengaku bahwa pemudik pejalan kaki memang begitu ramai dan padat.
Menurutnya, kepadatan pemudik pejalan kaki ini, ketika ia bersama keluarganya dari Pelabuhan Merak, dan berada dalam kapal saat berlayar menuju ke Pelabuhan Bakauheni ini.
"Ramai bener mas mulai dari Merak tadi, dan di dalam kapal yang saya tumpangi juga penuh sama pemudik. Meski ramai, alhamdulillah perjalan lancar,"kata dia kepada teraslampung.com, Rabu (18/3/2026) siang.
Mulai adanya peningkatan pergerakan pemudik pejalan kaki dari Pulau Jawa pada H-3 Lebaran yang tiba di Pelabuhan Bakauheni ini, seperti yang diprediksikan oleh PT ASDP Cabang Bakauheni, yakni salah satu hari dimulainya puncak arus mudik lebaran berlangsung.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan memasuki H-3 Lebaran ini, memang sudah terlihat ada pergerakan pemudik pejalan kaki dari Pulau Jawa memasuki puncak arus mudik Lebaran. Begitu juga pemudik pejalan kaki dari Sumatera menuju ke Pulau Jawa, mulai terlihat ada peningkatan.
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik pada masa puncak arus mudik pada hari ini (Rabu) dan besok (18-19 Maret 2026), pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah dan strategi khusus.
"Kami telah melakukan mempercepat layanan bongkar muat penumpang, agar tidak terjadi antrian atau penumpukan di area Pelabuhan Bakauheni,"kata dia.
Berdasarkan data rekapitulasi angkutan PT ASDP Cabang Bakauheni pada H-4 Lebaran selama 24 jam (17 Maret 2026 pukul 00.00-23.59 WIB), realisasi total penumpang yang telah menyeberang dari Jawa menuju ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara mencapai 104.321 orang.
Kemudian realisasi kendaraan roda dua (motor) sebanyak 9.816 unit, roda empat 13.385 unit, truk 1.839 unit, dan bus 729 unit. Sehingga total seluruh kendaraan yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera, sebanyak 25.769 unit.
Sementara jumlah trip kapal beroperasi yang melayani angkutan penyeberangan pada H-4 Lebaran, sebanyak 127 trip.
Sebaliknya, rekapitulasi data angkutan H-4 Lebaran 24 jam (17 Maret 2026 pukul 00.00-23.59 WIB), total penumpang dari Sumatera yang telah menyeberang ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu tercatat sebanyak 52.707 orang.
Kemudian realisasi kendaraan roda dua (motor) sebanyak 754 unit, roda empat 6.197 unit, truk 1.799 unit, dan bus 815 unit. Sehingga total seluruh kendaraan yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera, sebanyak 9.565 unit.
Sedangkan jumlah trip kapal yang beroperasi, tercatat sebanyak 132 trip.
Zainal Asikin





