Harga Pangan Naik di Sejumlah Daerah, Lampung Selatan Perkuat Operasi Pasar

Harga Pangan Naik di Sejumlah Daerah, Lampung Selatan Perkuat Operasi Pasar

Teraslampung.com, Kalianda — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memperkuat langkah pengendalian inflasi menyusul kenaikan harga pangan di sejumlah wilayah. Upaya ini dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan mengikuti rapat koordinasi nasional yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Senin, 20 April 2026.

Rapat yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir itu diikuti secara virtual oleh TPID Lampung Selatan dari Kantor Bupati. Forum tersebut menjadi agenda rutin untuk memantau perkembangan harga dan merumuskan strategi pengendalian inflasi.

Dalam pemaparan, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ateng Hartono menyebutkan Indeks Perkembangan Harga pada pekan kedua April menunjukkan tren kenaikan. Sekitar 15 provinsi tercatat mengalami peningkatan dengan indeks mencapai 3,81.

Kenaikan harga dipicu sejumlah komoditas pangan utama. Bawang merah tercatat naik hingga 4,85 persen dan melampaui harga acuan penjualan. Minyak goreng juga meningkat 1,21 persen dan terjadi di lebih dari separuh wilayah Indonesia. Gula pasir naik 1,31 persen, sementara harga cabai rawit, meski turun, masih berada di atas Rp57 ribu per kilogram.

Komoditas lain seperti cabai merah dan telur ayam ras turun tipis, namun tetap di atas harga acuan. Daging ayam ras tercatat menurun 2,10 persen, tetapi masih berada di kisaran di atas Rp40 ribu per kilogram. Beras, bawang putih, dan daging sapi juga masih menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengintensifkan langkah stabilisasi harga di tingkat daerah. Salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar rutin setiap Kamis di Lapangan Korpri, Kalianda.

Melalui program ini, pemerintah menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau guna menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, GPM juga dimanfaatkan untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga di tengah fluktuasi harga yang masih berlangsung.