Guru Juga Bertugas Hindarkan Siswa dari Ancaman Narkoba
Sosialisasi narkoba di SMA I Perintis Bandarlampung. BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com–Selain mendidik, guru juga memiliki tangggung jawab menghindarkan anak didiknya dari bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika a...
| Sosialisasi narkoba di SMA I Perintis Bandarlampung. |
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com–Selain mendidik, guru juga memiliki tangggung jawab menghindarkan anak didiknya dari bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika atau narkoba. Hal itu diungkapkan Kepala sekolah SMA I Perintis, Zainuri, yang di wakili oleh Wakil Kepala Sekolah, Okta Maya Sari, usai Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) , di SMA I Perintis Bandarlampung, Selasa (10/3).
Menurut Okta, narkoba bukan saja membahayakan tetapi juga bisa membunuh penggunanya. “Bahaya itu bisa sampai kecanduan yang tak terobati sehingga menimbulkan kematian. Dengan demikian siswa-siswi bisa menjaga dirinya dari bahanya narkoba itu,” katanya.
Menurut dia, kegiatan yang diselenggarakan BNN ini sangat baik, untuk mendoktrin siswa-siswi kami. “Pihak kami sangat berterimakasih pada BNN, karena dengan program seminar P4GN ini bisa memberikan masukan pada para guru dan khusunya siswa-siswi kami,” katanya..
Sebagai seorang guru harus bertanggung jawab terhadap anak didiknya, taknya sebatas di sekolah saja tetapi diluar sekolah. “Ya, tanggunjawab guru tidak terbatas, tapi kami berharap pada orang tua wali murid untuk ikut serta mengawasi anaknya, karena ada keterbatasan tertentu dari seorang guru,” jelasnya
Hal sama dikatakan oleh Kepala SMK SMT1 Bandarlampung, Heri Purnomo, saat memberikan arahan pada murid, dijelaskan dia, seorang yang sukses harus terhindar dari obat-obatan terlarang, seorang yang sukses harus mampu mengendalikan dirinya sendiri.
“Tak ada orang yang sukses pecandu, tak ada orang yang sukses dengan meperjual belikan barang haram,” katanya.
Tahun 2015 ini, BNN menyebutkan akan ada peningkatan pengguna dan pengedar Narkoba, dengan adanya survai itu, kita harus buktikan bahwa anak Indonesia, khusunya Lampung tidak akan membenarkan survai itu. “Survei kan dari hasil tinjauan yang sudah lalu, kedepan harus menjadi pelajaran, dan kita harus ikut buktikan kalau survei itu belum tepat,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat, Asnawi, menyampaikan bahwa kesadaran dari seorang guru dan murid merupakan pokok utama untuk menghindari Narkoba. “Upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Diharapkan mampu mencegah sindikat peredaran narkoba yang ada disekitar masyarakat khusunya di dunia pendidikan,” ujarnya.
Dalam setiap pendidikan minimal ada satu Satgas Anti Narkoba di lingkungan pendidikan, untuk ikut serta memberantas sidikat peredaran itu. “Peredaran itu kita tidak tahu berasal dari mana, hanya saja yang bisa kita lakukan adalah melakukan penyuluhan, seperti pembentukan Satgas ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNNP) melakukan kegiatan seminar sebagai upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Diharapkan mampu mencegah sindikat peredaran narkoba yang ada disekitar masyarakat khusunya di dunia pendidikan. “Ya, kita saat ini sedang melakukan Pemberdayaan Satgas Anti Narkoba di lingkungan pendidikan, dan sasaran sekolah yang akan diberikan seminar ini, ada sekitar 10 Sekolah Menengah Umum (SMU) yang ada di Bandarlampung,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Lampung, Abadi Azra’I, di lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10, Jl. Gatot Subroto, Bandarlampung.





