Buku "Garis Depan" Urai Siasat Praktisi 'External Affairs' Hadapi Konflik Korporasi
Teraslampung.com, Jakarta — Pengalaman lebih dari dua dekade di industri sumber daya alam dituangkan Muhamad Asep Zaelani dalam buku Garis Depan: Catatan Taktis Praktisi External Affairs. Buku yang dieditori Choirul Arifin itu menawarkan panduan praktis bagi profesional yang berhadapan dengan masyarakat, pemerintah, media, dan berbagai kelompok kepentingan.
Asep mengajak pembaca melihat persoalan korporasi dari sisi yang kerap luput dari laporan teknis. Menurut dia, keberlangsungan sebuah proyek tidak hanya bergantung pada teknologi dan kelengkapan perizinan, tetapi juga pada kemampuan perusahaan membaca lingkungan sosial dan membangun relasi dengan para pemangku kepentingan.
Dalam buku tersebut, fungsi External Affairs ditempatkan bukan sekadar sebagai penghubung perusahaan dengan pejabat atau pelaksana kegiatan seremonial. Fungsi itu, kata Asep, merupakan bagian strategis dalam mengantisipasi risiko nonteknis yang dapat mengganggu operasional perusahaan.
Garis Depan membahas empat bidang yang saling berkaitan, yakni External Affairs, Community Development, Permitting atau perizinan, dan Land Acquisition atau pengadaan lahan.
Asep menguraikan sejumlah langkah yang dapat digunakan praktisi, mulai dari memahami tujuan bisnis, memetakan organisasi internal, mengidentifikasi dan membuat profil pemangku kepentingan, menyusun rencana keterlibatan, hingga melakukan pemantauan dan evaluasi.
Pengelolaan hubungan dengan media, konflik sosial, serta konsolidasi internal juga menjadi bagian dari pembahasan. Pendekatan itu diarahkan untuk mencegah persoalan berkembang menjadi krisis yang dapat mengganggu kegiatan perusahaan.
“Buku ini berhasil mengubah tacit knowledge—pengetahuan praktis yang biasanya hanya tersimpan di kepala para praktisi lapangan—menjadi panduan terstruktur yang bernilai tinggi,” demikian keterangan mengenai buku tersebut.
Buku ini ditujukan bagi praktisi External Affairs, Community Development, perizinan dan pengadaan lahan. Garis Depan juga dapat menjadi referensi bagi akademisi dan mahasiswa yang ingin memahami dinamika hubungan eksternal perusahaan di tengah kompleksitas sosial masyarakat Indonesia.
Asep merupakan praktisi yang telah lebih dari 20 tahun berkecimpung di bidang External Affairs, Community Development, pengadaan lahan, dan perizinan. Ia berpengalaman di sejumlah perusahaan pertambangan serta industri pengolahan sumber daya alam di Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)