Arus Balik Lebaran di Bakauheni Mulai Melandai pada H+6
Teraslampung.com, Bakauheni -- Memasuki hari keenam setelah Lebaran 2026, arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, mulai menunjukkan penurunan. Pergerakan penumpang dan kendaraan terpantau lebih terkendali seiring pola perjalanan pemudik yang tidak lagi terpusat pada satu waktu puncak.
Direktur Operasional dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Theodore Natalianto Lasse, mengatakan selama periode H-10 hingga H+6 Lebaran, sebanyak 112 perjalanan kapal telah dioperasikan. Dari jumlah tersebut, penumpang yang dilayani mencapai 111.589 orang, turun 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Adapun jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat 26.565 unit atau menurun 7,9 persen. Menurut Rio, penurunan itu tidak mencerminkan berkurangnya minat masyarakat untuk bepergian, melainkan perubahan pola perjalanan yang lebih tersebar.
“Pola perjalanan tahun ini lebih menyebar sehingga arus balik tidak menumpuk pada waktu tertentu,” ujarnya, Minggu, 29 Maret 2026.
Meski demikian, secara kumulatif arus mudik dan balik justru menunjukkan peningkatan. Total penumpang mencapai 1.148.252 orang atau naik 2,5 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara jumlah kendaraan mencapai 275.622 unit atau meningkat 4,6 persen.
Hingga Minggu pukul 23.59 WIB, jumlah pemudik yang telah kembali ke Pulau Jawa melalui lintasan Sumatera–Jawa mencapai 713.702 orang atau sekitar 79 persen. Sisanya, sebanyak 185.162 orang atau 21 persen, masih berada di Sumatera.
Untuk kendaraan, sebanyak 185.231 unit atau 77 persen telah kembali ke Jawa, sedangkan 54.689 unit atau 23 persen lainnya masih berada di Sumatera.
Rio mengatakan pihaknya akan tetap mengoptimalkan operasional kapal untuk mengantisipasi sisa arus balik. Ia juga mengingatkan adanya kebijakan tarif dan pengaturan operasional kendaraan besar.
Kebijakan tarif tunggal masih berlaku hingga 29 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, disertai stimulus tarif di tujuh lintasan hingga 31 Maret 2026. Mulai 30 Maret 2026, pembatasan kendaraan angkutan logistik akan dicabut, yang berpotensi meningkatkan kepadatan di jalur penyeberangan.
ASDP mengimbau pemudik yang masih berada di Sumatera untuk segera menyeberang guna memanfaatkan tarif tunggal dan menghindari lonjakan arus saat kendaraan logistik kembali beroperasi.
“Segera manfaatkan kesempatan agar perjalanan lebih lancar dan terhindar dari kepadatan,” kata Rio.
Zainal Asikin



