Kopi Pagi

Ahok dan Malin Kundang

Oleh Hikmat Gumelar Demi menambah daya retorika, politisi doyan mencomot to...

Bang Sat dan 3/4 Potong Semangka

Oyos Saroso H.N. “Kalau ente pengen tahu  cara berbagi yang adil, tanya...

Wabah Marah

Oyos Saroso Saroso H.N. Akhir-akhir ini Karto Klete menjadi sering terkaget-...

Penguasa (L) Alim

Oleh Nusa Putra Sejatinya hanya ada dua jenis penguasa di bumi ini. Penguas...

Untung Saja Gendul Gagal Menjadi Lurah

Oyos Saroso H.N. Seandainya Gendul terpilih jadi lurah di Kampung Margondil, ...

Pojok Kegilaan

Oleh Nusa Putra Ini bukan rumah sakit jiwa. Tetapi teras sebuah toko yang te...

SELAMAT PAGI INDONESIA

Oleh Endang Supriadi selamat pagi bumi yang mulai membusuk selamat pagi limba...

Dongeng Pagi Dokter Tjipto

Oleh Sunardian Wirodono Pada 17 Agustus 1964, CBZ berganti nama yang kemudian...

Belajar dari Trilogi Kisah “Pendekar Pemanah Rajawali”

Happy Sulistyadi Nafsu bagai api. Bila dapat dikendalikan, ia amat bermanfa...

Sekadar Berbagi Kopi, Berbagi Kebahagiaan

Sunardian Wirodono Postingan saya tentang Suspended Coffee, yang saya ulik da...

TUAN-TUAN SERDADU, JANGAN BERI ANAK-ANAK KAMI PELURU

Handeawan Nadesul* Di sepanjang Gaza langit retak Bumi membara suara mes...

Jika Saya dan atau Anda Nyapres

Abdul Hamid* Sebagian anda kenal saya secara baik, sebagian kenal sekilas,...

Lik Parjo Diculik

Oyos Saroso H.N. Lik Parjo diculik. Itulah berita yang kudengar 16 tahun lal...

Surti: Biarkan Aku Bicara Puasa, Piala Dunia, dan Pi...

Syarifudin Yunus Surti memang bukan perempuan metropolis. Hidup di ko...

Wartawan

Rusdi Mathari   1. Kriiing… “Halo mas Rusdi?” “ Hai, apa ...

Nilai-Cermin Jawa dan Bugis

Mochtar Pabottinggi*Saat kereta yang kutumpangi menderu meninggalkan Stasiu...