Kopi Pagi

Sekolah Di Mana?

Rois Said Sodik telentang memandang langit-langit kosnya. Wajahnya nampak s...

Monggo Kerso

Dahta Gautama* Ketika keadilan tidak tegak lurus dengan langit. Ketika hu...

Membeli Harga Diri

Rois Said Makmun yang baru pulang kerja mendapati Sodik sedang “mengopeh” ...

Kesatria Menerima Kalah

Isbedy Stiawan ZS* SEBUAH pertandingan ada kalah atau menang, dan hanya sedik...

Politik Berseragam Sekolah

Rois Said* Di sebuah warung kopi di pinggiran Jakarta, dua orang pemud...

Terima Kasih dan Cinta

Wiratmadinata* Kepada kerabat, handai tolan, rekan-rekan dan seluruh sahaba...

Pita Suara

Remmy Novaris DM suara-suara itu memanggil begitu keras begitu jelas memb...

Pemilu, Kuda, Monyet, dan Bebek

Oyos Saroso H.N. Waktu saya berusia 2-3 tahun kakek saya punya seekor kuda. K...

Ilmu Belajar

Ridwan Saifuddin Sewaktu menyosialisasikan lomba Teknologi dan I...

Jalan (tak) Mulus

Jauhari Zailani Kalau ingin melihat kualitas pemerintah daerah, lihatlah ja...

Nalar Sesat Jurnalis

Blontank Poer Sampai nulis ini, saya masih gagal paham ketika menemukan ber...

Rumah Sempit Capres, Cagub, Caleg…

Oyos Saroso H.N. Ketika seseorang mendeklarasikan sebagai capres, cagub, ca...

Yang Hebat Tetap Golkar

Akuat Supriyanto* Yang hebat itu Golkar. Ibarat sebuah klub bola, kalah atau ...

Rumahku Berselimut Kebun Tebu

Isbedy Stiawan ZS /1/ RUMAHKU diselimuti kebun tebu—berartus -ratus hektar le...

Seandainya tidak Ada Pilgub

Oyos Saroso H.N. Seandainya Indonesia tidak ada Sukarno, tidak ada Suharto, t...

Hantu Gula Masuk Angin

Oyos Saroso H.N. Kampung kami lumayan jauh jaraknya dengan pabrik gula Maduki...