Kopi Pagi

Surat untuk Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan

Budi P. Hatees Kita acap mengobrol sejak 2004. Kadang berdua, kadang bertig...

Kampanye Calon Lurah Desa Pleret: Ki Bendot Vs Ki Kr...

Jauhari Zailani Suatu hari, saya menghadiri sebuah pesta di Desa Pleret. Sep...

Penyanjungmu, Pemakimu

Slamet Samsoerizal “Membaca  celoteh, cuit, status, cuap, sampai gombalan ha...

Obama, Prabowo, dan Jokowi

Rusdi Mathari* HILLARY Rodham Clinton berang. Menjawab pertanyaan wartawan da...

Kampanye Putih

Oyos Saroso H.N. Kampanye hitam sudah tua usianya. Kalau dia manusia, pastila...

Memilih Sendiri

Isbedy Stiawan ZS Aku memilih tidak koalisiHidup dan jalan dalam kesendiri...

Kabinet Santun

Isbedy Stiawan ZS   MAHKAMAH Konstitusi menolak gugatan pasangan calon ...

Hari itu 2 Juni 2014

Isbedy Stiawan ZS HARI itu, 2 Juni 2014. Hari dan waktu yang bersejarah bagi ...

Sekolah Di Mana?

Rois Said Sodik telentang memandang langit-langit kosnya. Wajahnya nampak s...

Monggo Kerso

Dahta Gautama* Ketika keadilan tidak tegak lurus dengan langit. Ketika hu...

Membeli Harga Diri

Rois Said Makmun yang baru pulang kerja mendapati Sodik sedang “mengopeh” ...

Kesatria Menerima Kalah

Isbedy Stiawan ZS* SEBUAH pertandingan ada kalah atau menang, dan hanya sedik...

Politik Berseragam Sekolah

Rois Said* Di sebuah warung kopi di pinggiran Jakarta, dua orang pemud...

Terima Kasih dan Cinta

Wiratmadinata* Kepada kerabat, handai tolan, rekan-rekan dan seluruh sahaba...

Pita Suara

Remmy Novaris DM suara-suara itu memanggil begitu keras begitu jelas memb...

Pemilu, Kuda, Monyet, dan Bebek

Oyos Saroso H.N. Waktu saya berusia 2-3 tahun kakek saya punya seekor kuda. K...