Pertama Kali di Lampung, RSUD Abdul Moeloek Lakukan Neurointervensi DSA

Oct 23, 2026 - 12:00
Updated: 1 hour ago
0 4
Pertama Kali di Lampung, RSUD Abdul Moeloek Lakukan Neurointervensi DSA

Teraslampung.com, Bandarlampung  — Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung mulai mengembangkan layanan neurointervensi menggunakan teknologi Digital Subtraction Angiography (DSA). Tindakan ini menjadi yang pertama dilakukan di Provinsi Lampung dan diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan serta penanganan gangguan pembuluh darah.

Direktur RSUDAM, dr. Lukman Pura, mengatakan pengembangan layanan spesialistik tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas rumah sakit sebagai pusat rujukan kesehatan di Lampung.

"Kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis semakin kompleks sehingga rumah sakit perlu memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dan pemanfaatan teknologi kedokteran modern," katanya, Jumat, 23 Oktober 2026.

DSA merupakan teknologi pencitraan yang menggunakan zat kontras dan pemrosesan citra digital untuk memperlihatkan pembuluh darah secara terperinci. Pemeriksaan ini membantu dokter mengidentifikasi kelainan pembuluh darah dan menentukan penanganan berdasarkan kondisi klinis pasien.

Kehadiran layanan neurointervensi DSA di RSUDAM diharapkan mengurangi kebutuhan pasien untuk mencari layanan serupa ke luar daerah. Namun, pelaksanaan tindakan tetap bergantung pada indikasi medis, hasil evaluasi dokter, serta kesiapan fasilitas dan tim yang menangani pasien.

Pelaksanaan tindakan tersebut melibatkan dokter spesialis neurologi dan bedah saraf, dengan dukungan tenaga ahli dari RS Pleni Jakarta. Tim medis yang terlibat antara lain dr. Alfi Rizky Medikanto, dr. Izza Ayudia Hakim, dr. Muhammad Yunus, dan dr. Fritz Sumantri Usman dari RS Pleni Jakarta.

Kolaborasi lintas keahlian ini menjadi bagian dari pengembangan layanan berteknologi tinggi di RSUDAM. Selain mendukung pelaksanaan tindakan, kerja sama tersebut diharapkan memperkuat kapasitas profesional tenaga medis dalam menangani pasien sesuai kebutuhan klinis.

Pengembangan neurointervensi DSA juga menjadi bagian dari upaya RSUDAM memperkuat layanan rujukan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana kesehatan.

Rumah sakit rujukan membutuhkan kesiapan teknologi, tenaga medis terlatih, tata kelola layanan, dan penerapan standar keselamatan pasien untuk mengembangkan layanan spesialistik secara berkelanjutan.

RSUDAM berharap pengembangan layanan tersebut dapat meningkatkan akses masyarakat Lampung terhadap pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif. Peningkatan kapasitas rumah sakit juga diharapkan mendukung pemerataan layanan medis spesialistik tanpa mengabaikan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User