Pameran Tunggal Joelya Nurjanti Lahirkan Karya Segar ‘Pretty Loud’ 

Aug 23, 2026 - 12:54
0 9
Pameran Tunggal Joelya Nurjanti Lahirkan Karya Segar ‘Pretty Loud’ 

Teraslampung.com, Yogyakarta – Ruang pamer ViaVia Jogja Resto di Jalan Prawirotaman No. 30 malam ini dipenuhi warna-warni yang berani. Pameran tunggal Joelya Nurjanti bertajuk “Pretty Loud” resmi dibuka pada Sabtu (22/8/2026) pukul 19.00 WIB oleh Direktur IFI Yogyakarta, Margaux Nemmouchi, dengan penulis Pameran Arsita Pinandita. 

Pameran ini menyajikan 30 karya lukis bertema bunga. Sebanyak 24 karya digarap di atas kanvas, sementara enam karya lainnya menggunakan media unik berupa Acrylic Composite Panel (ACP) dan multipleks berbentuk bundar. Pameran ini akan berlangsung selama satu bulan penuh hingga 22 September 2026.

Bunga, Mitologi, dan Ruang Hidup yang Lantang

Joelya Nurjanti, seniman kelahiran Yogyakarta 22 Juli 1974, menumpahkan pengalamannya sebagai seorang ibu sekaligus ketertarikannya pada dunia mitologi ke dalam karya terbaru ini. Baginya, bunga bukan sekadar objek estetika yang elok, melainkan sebuah simbol ekspresi hidup yang penuh makna.

"Bunga itu salah satu ekspresi dalam hidup. Seperti bunga lily yang berarti kemurnian dan awal baru, daisy sebagai keceriaan, atau tulip sebagai cinta yang mendalam," ujar Joelya.

Namun, Joelya tidak menampilkan bunga yang biasa. Ia melukisnya dengan gaya personal menggunakan warna-warna cerah dan bold (tebal) untuk mewakili kebahagiaan. Ciri khas lain dari karyanya adalah hadirnya elemen dot-dot (bintik-bintik) yang mengelilingi bunga.

"Itu dimaknai sebagai udara. Semua makhluk hidup, termasuk bunga, memerlukan udara agar bisa menampilkan versi terbaik mereka," tambahnya.

Proses kreatif pameran ini juga terasa lebih segar dan unik bagi Joelya. Ia mengaku sangat menikmati masa-masa berkarya karena ditemani oleh musik-musik dari Bad Bunny, Maddy Soma, hingga Yuki Chiba yang memberi energi baru pada visualnya.

Kelembutan yang Menolak Tunduk

Penulis pameran, Arsita Pinandita, memberikan ulasan mendalam tentang makna di balik “Pretty Loud”. Menurutnya, bunga-bunga karya Joelya hadir seperti flora dari planet lain yang lahir dari perpaduan ingatan dan imajinasi.

"Bunga dalam Pretty Loud bukan semata-mata objek elok. Ia adalah tubuh yang memperjuangkan ruang hidupnya. Ia mekar secara terang-terangan, menghabiskan warna, dan mengambil tempat," tulis Arsita.

Arsita menegaskan bahwa melalui karya-karya ini, Joelya ingin menyampaikan pesan kuat bahwa kelembutan bukanlah sebuah kelemahan. Sesuatu yang lunak tidak berarti takluk, dan yang manis tidak berarti jinak.

"Bunga dapat terlihat rapuh, tetapi akar-akarnya sanggup meretas tanah yang keras kepala. Ia tidak perlu mengaum untuk membuktikan bahwa dirinya hidup," jelasnya.

Meski bunga tidak bisa menghentikan perang atau menyembuhkan segala luka, karya Joelya menjadi pengingat kuat bahwa kehidupan selalu memiliki hasrat yang keras kepala untuk terus bertunas dan tumbuh, bahkan di tempat tersulit seperti rekahan beton sekalipun.

Sementara Margaux Nemmouchi dalam sambutannya menyampaikan kegembiraannya dan kekagumannya pada hasil karya yang dipamerkan Joelya. 

Menurutnya melalui “Pretty Loud”, Joelya Nurjanti mengajak para penikmat seni untuk menyambut kegembiraan dengan lantang. "Bunga-bunga ini hadir membawa warna, udara, dan sedikit kehebohan, tanpa meminta untuk dipahami, melainkan menuntut ruang untuk hidup bebas," ungkap NemmouKawentar***

*Jajang R Kawentar

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User