OJK dan Karang Taruna Lampung Bidik 30 Desa untuk Cetak Wirausaha Muda

Aug 10, 2026 - 13:36
0 19
OJK dan Karang Taruna Lampung Bidik 30 Desa untuk Cetak Wirausaha Muda

Teraslampung.com, Bandarlampung — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menggandeng Karang Taruna Lampung untuk memperkuat ekonomi perdesaan melalui pengembangan wirausaha muda. Tahap awal program ini menyasar 30 desa yang masuk dalam program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung, Desaku Maju.

Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy mengatakan pembangunan ekonomi tidak semestinya terkonsentrasi di perkotaan. Potensi ekonomi dan sumber daya manusia di desa, terutama kalangan pemuda, perlu dikembangkan melalui ekosistem kewirausahaan yang terarah.

“Pak Gubernur sangat konsen dengan hilirisasi dan pembangunan ekonomi yang episentrumnya ada di desa,” kata Otto dalam pertemuan dengan Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi dan jajaran di Kantor OJK Lampung, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut Otto, pengembangan ekonomi berbasis desa diperlukan agar pemerataan kesejahteraan tidak hanya dirasakan masyarakat perkotaan. Desa, kata dia, harus menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Karang Taruna dipilih sebagai mitra karena organisasi kepemudaan tersebut memiliki jaringan hingga tingkat desa. Struktur organisasi yang mencakup provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan, hingga desa dinilai memudahkan pelaksanaan program.

OJK Lampung akan memulai program tersebut di 30 desa prioritas Desaku Maju yang merupakan perwakilan dari seluruh kabupaten di Lampung. Jika berhasil, model tersebut diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain.

“Kita bisa memulainya di 30 desa prioritas Pak Gubernur, yaitu Desaku Maju. Karena 30 desa itu mewakili seluruh kabupaten di Lampung,” ujar Otto.

Selain mendorong lahirnya pengusaha muda, program tersebut diarahkan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan masyarakat desa. Otto menyebut akses masyarakat Lampung terhadap industri jasa keuangan pada 2025 telah mencapai sekitar 80 persen.

Angka itu mendekati target inklusi keuangan nasional sebesar 90 persen. Namun, tingkat literasi keuangan masyarakat masih sekitar 66 persen. Menurut Otto, peningkatan akses perlu diikuti pemahaman mengenai manfaat, risiko, dan penggunaan produk jasa keuangan.

Keterlibatan pemuda desa dalam kegiatan kewirausahaan diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkuat pemahaman sekaligus akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi menyambut kolaborasi tersebut. Ia mengatakan program itu sejalan dengan agenda Karang Taruna untuk mencetak pengusaha muda di desa-desa Lampung.

“Program ini dirancang untuk menciptakan wirausahawan muda berbasis desa yang mampu membuka lapangan kerja baru serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” kata Wahrul.

Menurut dia, pengembangan wirausaha muda merupakan bagian dari upaya mempercepat pembangunan kawasan perdesaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kewirausahaan.

Wahrul berharap kolaborasi Karang Taruna, pemerintah daerah, OJK, dan lembaga keuangan formal dapat melahirkan pengusaha muda yang tidak hanya mampu bertahan di tingkat lokal, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru Lampung.

“Wirausahawan muda yang lahir dari desa dapat menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang mandiri dan berdaya saing di masa depan,” ujarnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User