Ngaben Massal Balinuraga Tarik Puluhan Ribu Pengunjung, Turis Italia Ikut Menyaksikan
TERASLAMPUNG.COM, Lampung Selatan — Puluhan ribu orang memadati Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat, 7 Agustus 2026, untuk menyaksikan puncak prosesi Ngaben Massal. Tradisi yang digelar masyarakat Hindu di desa tersebut setiap beberapa tahun sekali itu tidak hanya dihadiri warga dari berbagai daerah, tetapi juga menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Sejak pagi, kawasan desa dipenuhi pengunjung yang datang dari berbagai wilayah di Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Jakarta, hingga Bali. Mereka menyaksikan rangkaian prosesi kremasi adat yang berlangsung khidmat.
Di antara para pengunjung tampak Mirco, wisatawan asal Italia. Ia mengaku sengaja datang ke Balinuraga setelah sebelumnya menyaksikan perayaan Ogoh-ogoh di desa tersebut.
"Saya senang berada di sini. Orang-orangnya ramah dan selalu tersenyum. Di Italia tidak ada tradisi seperti ini. Saya sangat mencintai budaya Indonesia," kata Mirco.
Menurut dia, Ngaben Massal bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga menunjukkan kuatnya hubungan masyarakat dengan tradisi serta nilai kebersamaan yang tetap terpelihara.
Pengunjung lain, Dewi, yang datang dari Jakarta, mengaku baru mengetahui bahwa tradisi ngaben juga dilaksanakan di Lampung Selatan. Selama ini ia mengira prosesi tersebut hanya dapat dijumpai di Bali.
"Awalnya saya pikir prosesi seperti ini hanya ada di Bali. Ternyata di Lampung Selatan juga ada dan menurut saya luar biasa. Budaya seperti ini menunjukkan kebersamaan tanpa memandang perbedaan," ujarnya.
Prosesi tersebut juga diikuti umat Hindu dari berbagai daerah. Artini, warga Nusa Penida, Bali, mengatakan datang ke Balinuraga untuk mengikuti Ngaben Massal sekaligus mendoakan anggota keluarganya.
"Saya datang langsung dari Nusa Penida untuk mengikuti prosesi Ngaben Massal dan mendoakan saudara-saudara saya yang ada di sini," katanya.
Bagi peserta, pelaksanaan ngaben secara massal dinilai memberi kemudahan. Wayan Sudarto, peserta asal Kabupaten Mesuji, mengatakan seluruh rangkaian prosesi telah dikelola desa adat sehingga beban biaya dan pelaksanaan menjadi lebih ringan.
"Di sini masyarakatnya kompak. Prosesi Ngaben Massal sudah ditangani oleh desa adat sehingga kami merasa lebih mudah. Karena dilaksanakan secara massal, biayanya juga lebih ringan," ujar Wayan.
Ngaben Massal Balinuraga selama ini dikenal sebagai salah satu tradisi budaya terbesar masyarakat Hindu di luar Bali. Selain menjadi prosesi keagamaan, kegiatan ini juga berkembang sebagai agenda wisata budaya yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara.
Kehadiran ribuan pengunjung pada pelaksanaan tahun ini memperlihatkan besarnya minat masyarakat terhadap tradisi tersebut. Bagi warga Balinuraga, Ngaben Massal tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga ruang untuk memperkuat nilai gotong royong, persaudaraan, dan pelestarian budaya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0






Comments (0)