Jembatan Way Terusan Tatakarya Lampura Akhirnya akan Diperbaiki

Feaby|Teraslampung.com Kotabumi–Setelah lebih dari satu tahun lamanya ‘terputus’, Pemkab Lampung Utara akhirnya akan kembali memperbaiki jembatan Way Terusan yang menghubungkan Jalan Kalibalangan – Tata Karya pada tahun 2022 i...

Jembatan Way Terusan Tatakarya Lampura Akhirnya akan Diperbaiki

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Setelah lebih dari satu tahun lamanya ‘terputus’, Pemkab Lampung Utara akhirnya akan kembali memperbaiki jembatan Way Terusan yang menghubungkan Jalan Kalibalangan – Tata Karya pada tahun 2022 ini.

“Jembatan yang terputus di sana akan diperbaiki pada tahun ini,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara, Yulias Dwiantoro, Kamis (21/4/2022).

Yulias menuturkan, anggaran yang dialokasikan untuk proyek pembangunan jembatan tersebut mencapai Rp3,3 miliar. Sistem yang akan digunakan untuk pengadaan proyek itu adalah sistem lelang. Sumber anggaran untuk proyek itu berasal dari APBD tahun 2022.

“Saat ini pengadaan proyek jembatan itu masih dalam proses,” terangnya.

Ia mengatakan, perbaikan terhadap jembatan tersebut merupakan salah satu kebutuhan yang mendesak. Sebab, keberadaan jembatan itu sangat penting dalam aktivitas masyarakat sehari – sehari.

 

“Harapannya, semoga pembangunan jembatan tersebut akan lebih menggeliatkan perputaran ekonomi masyarakat di sana,” kata dia.

Jembatan Way Terusan ini sendiri terputus akibat derasnya air sungai pada Kamis (18/2/2021). Alhasil, para pengguna jalan mengalami tak dapat menggunakan jembatan itu untuk sementara waktu. Lantaran sangat penting, masyarakat sekitar akhirnya menggunakan potongan pohon kelapa dan sejenisnya agar jembatan itu dapat dilintasi.

‎Kala itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara, Rio Alaska memperkirakan kerusakan jembatan yang membuat jalan terputus itu dikarenakan faktor alam dan usia. Jembatan Way Semuli dengan panjang 12 meter dan tinggi 5 meter itu dibangun sekitar tahun 1981-an.

“Usia jembatan‎ dan ditambah dengan derasnya air hujan membuat pondasi jembatan mengalami kerusakan sehingga jembatan terpisah dengan jalan,” terangnya yang mengaku baru saja meninjau lokasi tersebut.

Berdasarkan hasil peninjauan mereka, jembatan tersebut sangat tidak aman untuk dilintasi oleh kendaraan roda empat. Mereka terpaksa menutup jalan itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, mereka juga ‎akan segera menyusun perencanaan perbaikan atau pembangunan jembatan di dinasnya, dan mengusulkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Diharapkan satu dari dua rencana tersebut dapat terealisasi pada tahun ini. Hal itu dikarenakan jalan itu merupakan jalan poros kabupaten yang sangat penting bagi perekonomian atau aktivitas warga.

“Selain meninjau jembatan itu, kami juga meninjau gorong – gorong yang amblas di sana. Perbaikan atau pembangunan jembatan itu akan dilakukan secepatnya jika kemampuan keuangan memungkinkan,” jelas dia.