Damkar Bandarlampung Siagakan Mobil Pemadam 24 Jam di TPA Bakung
Teraslampung.com, Bandarlampung — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandarlampung menempatkan satu unit mobil pemadam beserta personelnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung selama dua bulan terakhir. Armada itu disiagakan 24 jam untuk mencegah kebakaran sampah meluas.
Kepala Damkar Kota Bandarlampung Anthony Irawan mengatakan personel Damkar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau kondisi TPA Bakung. Petugas diharapkan dapat segera bertindak jika muncul titik api.
"Kami memantau satu kali 24 jam TPA Bakung. Tujuannya, jika ada api langsung bisa diatasi, jangan sampai api tersebut membesar," kata Anthony di Markas Komando Damkar Bandarlampung, Senin, 14 September 2026.
Damkar juga menyiapkan cara baru untuk menangani kebakaran yang muncul di bagian dalam timbunan sampah. Mereka membuat dua unit nozzle lahan gambut yang akan ditanam ke dalam timbunan sampah lalu dialiri air.
Menurut Anthony, gagasan itu diperolehnya dari media sosial. Teknologi serupa, kata dia, digunakan untuk menangani kebakaran lahan di Kalimantan.
"Saya mendapat inspirasi dari media sosial dan digunakan di Kalimantan. Kemudian saya minta anak-anak untuk membuatnya sendiri dan baru jadi dua unit," ujarnya.
Nozzle tersebut akan dimasukkan ke dalam timbunan sampah untuk menyemprotkan air ke bagian yang terbakar maupun area yang berpotensi terbakar. Cara itu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap alat berat dalam menangani api yang berada di dalam timbunan.
"Nozzle itu dimasukkan ke lahan dan disemprot air supaya api yang ada di dalam sampah bisa padam. Atau membasahi area-area dalam agar tidak mudah terbakar," kata Anthony.
Selama ini, Damkar mengandalkan alat berat di TPA Bakung untuk membuka atau menangani timbunan sampah ketika terjadi kebakaran. Penggunaan nozzle diharapkan membuat penanganan api lebih efektif tanpa mengganggu pekerjaan alat berat.
Siapkan 11 Armada Semprot Debu Vulkanik
Selain mengantisipasi kebakaran di TPA Bakung, Damkar Bandarlampung masih mengerahkan armadanya untuk membersihkan debu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebanyak 11 dari total 22 mobil pemadam disiapkan untuk menyemprot jalan dan bangunan yang terdampak debu vulkanik. Penyemprotan dilakukan karena status siaga terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau belum dicabut.
"Status siaga belum dicabut oleh BMKG, jadi kami masih terus menyemprotkan jalan-jalan dan bangunan dari debu vulkanik," ujar Anthony.
Menurut dia, separuh kekuatan armada Damkar sementara difokuskan untuk menangani dampak erupsi tersebut. Petugas akan terus melakukan penyemprotan selama kondisi masih membutuhkan penanganan.
Dandy Ibrahim
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)