Banjir Rendam Sejumlah Titik di Bandarlampung, Akses Jalan dan Permukiman Terganggu
Teraslampung.com, Bandarlampung.com — Hujan deras yang mengguyur Kota Bandarlampung selama sekitar dua jam pada Selasa petang hingga malam, 13 April 2026, memicu banjir di berbagai wilayah dan melumpuhkan aktivitas warga.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air terjadi di sejumlah titik strategis. Antara lain di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUAM), Jl Kartini, dan Jalan Pangeran Antasari.
Di sekitar kawasan RSUAM, banjir merendam ruas jalan hingga menyebabkan kemacetan panjang, terutama di simpang lampu merah depan rumah sakit.
Selain itu, genangan air juga terpantau di Jalan Kartini dan Jalan Pangeran Antasari. Air yang meluap dari saluran drainase membuat kendaraan harus melaju perlahan, bahkan di beberapa titik nyaris tidak dapat dilalui.
Di wilayah Rajabasa dan Way Halim, banjir merendam kawasan permukiman warga. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 hingga lebih dari 50 sentimeter, dan dilaporkan sempat masuk ke dalam rumah warga.
Kawasan Kaliawi, Lebak Budi, dan Kedaton juga turut terdampak genangan. Di beberapa lokasi, derasnya arus air bahkan menyebabkan kerusakan ringan pada infrastruktur, termasuk pagar bangunan yang tidak mampu menahan tekanan air.
Banjir yang terjadi secara cepat ini kembali menyoroti persoalan klasik di Bandar Lampung, yakni buruknya sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air saat hujan berintensitas tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan yang dapat memicu banjir susulan di sejumlah wilayah rawan.

